Aniaya Buruh Demo, 10 Orang Ditangkap Polisi

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Rikwanto mengatakan polisi telah menangkap 10 orang terkait bentrokan antara buruh dengan massa ormas dan masyarakat di kawasan industri Cikarang, Kabupaten Bekasi dalam aksi demonstrasi dan mogok kerja pada Kamis (31/10).

“Sebanyak 10 orang ditangkap di tiga lokasi yang berbeda terkait tindak penganiayaan dan perusakan terhadap buruh dan kendaraannya,” kata Kombespol Rikwanto di Jakarta, Senin (4/11).

Rikwanto mengatakan enam orang ditangkap di kawasan PT Enkei, tiga orang ditangkap di kawasan PT Abacus dan satu orang di depan Ruko Capitol Jababeka.

Menurut Rikwanto, dari 10 orang yang ditahan itu, sembilan orang ditangkap karena diduga melakukan penganiayaan dan perusakan. Sedangkan satu orang tidak ditahan karena diduga hanya melakukan perusakan dengan ancaman hukuman di bawah lima tahun.

“Penyidik juga masih mengembangkan pelaku-pelaku lain. Orang-orang yang ditahan itu merupakan anggota ormas dan masyarakat Bekasi yang tidak ingin buruh terlalu banyak melakukan aksi demonstrasi,” tuturnya.

Rikwanto mengatakan sebagian masyarakat Bekasi merasa mendapatkan keuntungan dari keberadaan banyaknya perusahaan dan pabrik. Mereka mendapatkan keuntungan ekonomi melalui jasa rumah petak/indekos, penjualan makanan, ojek dan pengolahan limbah.

“Dengan banyak aksi demonstrasi dan mogok kerja buruh, mereka khawatir pabrik akan berhenti berproduksi dan pergi dari kawasan tersebut sehingga akan mengancam kelangsungan usaha mereka,” katanya.

Kalaupun buruh melakukan aksi demonstrasi, kata Rikwanto, masyarakat berharap mereka melakukan hal itu dengan tertib, tidak anarkis, tidak melakukan “sweeping” terhadap buruh yang tetap bekerja dan tidak ikut aksi, serta tidak menutup jalan.

Terkait bentrok antara massa buruh dengan massa ormas dan masyarakat di Kabupaten Bekasi, Rikwanto mengatakan ada 20 buruh yang menjadi korban luka-luka. Dari 20 orang itu, empat orang harus menjalani rawat inap.

“Satu orang sudah diizinkan pulang sedangkan tiga orang masih dirawat karena mengalami luka tusuk di pinggang, benturan benda tumpul di pelipis kiri dan benturan benda tumpul di kepala,” tuturnya.

Selain menangkap 10 orang terkait penyerangan terhadap buruh, Rikwanto mengatakan polisi juga masih menyelidiki laporan penganiayaan dan perusakan yang dilakukan buruh kepada warga. (ANT)