Inilah Upah Layak Pekerja Jurnalistik Versi AJI

Foto: act-comms.com

Jakarta, Sayangi.com – Rilis terbaru Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Senin (4/11) menyebutkan, komponen hidup layak (KHL) jurnalis atau pekerja jurnalistik di Jakarta pada 2014 sebesar Rp 5,7 juta per bulan.

Angka itu dianggap paling pas untuk membiayai kebutuhan makan, penunjang kegiatan jurnalistik, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Ketua AJI Jakarta, Umar Idris menegaskan, jika komponen hidup layak tidak terpenuhi, dikhawatirkan insan pers bisa dikendalikan oleh kepentingan narasumber, tidak lagi mengabdi kepada kepentingan publik. “Membuat profesi ini akan selalu rentan terhadap godaan suap dan amplop dalam bentuk apapun.”

Penghitungan dan analisis dilakukan terhadap 39 barang dan jasa yang menyangkut kebutuhan hidup layak. Komponen yang mengambil porsi terbesar adalah makanan sebesar Rp 2,1 juta per bulan, komponen kebutuhan penunjang tugas jurnalistik sebesar Rp 1,5 juta per bulan, sisanya untuk kebutuhan tempat tinggal dan sandang.

AJI Jakarta mengimbau perusahaan media dan organisasi perusahaan media cetak, online, radio, dan televisi menjadikan upah layak ini sebagai acuan dalam memberikan upah minimal kepada jurnalis setingkat reporter, dengan pengalaman kerja satu tahun dan baru saja diangkat menjadi karyawan tetap. Meskipun berdasarkan survei AJI, sebagian besar media masih memberikan upah jauh di bawah batas layak kepada reporternya. (MSR)