JK: Pemilu 2014 Menegangkan, Seperti Barca Lawan Madrid

Foto: Sayangi.com/Okky

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengungkapkan ketegangan yang akan terjadi pada Pemilu 2014. Pasalnya pada Pemilu nanti tidak ada yang diketahui siapa yang akan jadi pemenang.

Bahkan JK mengibaratkan Pemilu nanti dengan laga “El-Clasico”. Laga klasik yang penuh tensi antara Barcelona dan Real Madrid itu akan menjadi laga menarik dan menegangkan, karena tidak akan diketahui siapa yang akan muncul sebagai pemenang.

“Pemilu nanti itu paling menarik, karena tegang, tidak ada yang tahu hasilnya. Kayak Barca lawan Real Madrid. Kalau Barca lawan Persija pasti nggak tegang, sebab semua sudah tahu hasilnya,” katanya saat memberikan arahan pada CEO Networking 2013 di Bali, Senin (4/11/2013). Pernyataannya ini pun langsung disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Dalam rilis yang diterima Sayangi.com, JK yang baru-baru ini memantau pemilu Azerbaijan membandingkan Pemilu Indonesia dengan pemilu di sana. Dengan penduduk hanya tiga juta, pemilu di Azerbaijan kata dia, tenang-tenang saja.

“Bagusnya, semua tenang di sana. Pemilu baru-baru kemarin juga tenang sekali. Hingga, seorang pengamat dari Pakistan merasa bosan, soalnya tidak ada bom dan tembakan,” jelasnya.

JK memperkirakan akan ada tiga atau dua pasangan capres-cawapres pada Pemilu bila dilakukan sekarang.

“Kalau tiga, kandidatnya adalah Jokowi atau Mega, Aburizal, dan calon dari Demokrat atau Gerindra. Ada kemungkinan juga cuma dua yakni calon dari PDIP dan calon Golkar berkoalisi dengan Demokrat,” ungkap JK.

Tentang siapa yang akan menjadi kandidat pemimpin negeri ini, JK yakin, pada Januari atau Februari mulai jelas siapa saja yang akan maju. Sementara banyak pihak yang kini sudah ingin menjadikan JK sebagai calon Presiden RI di 2014. Namun mengenai hal itu, JK mengaku dirinya sama dengan teman-temannya yang lain, yakni masih menunggu.

JK bercerita bahwa ia pernah ditanya istri karena sering keluar menghadiri acara. Kata istrinya, kenapa tidak rileks di rumah saja. Kepada istrinya JK menjelaskan alasan mengapa ia terus aktif hingga kini.

“Saya tanya ke istri, apa mau negeri ini dipimpin oleh Pak A, istri saya bilang, jangan. Dengan Pak B? Jangan, jawab istri saya. Atau Pak C? Jangan, jawab istri saya lagi,” cerita JK.

Dengan penjelasan itu, Mufidah JK, Istri JK pun mengerti dan mendukung JK untuk terus aktif dan ‘tampil’ lagi.