3 Hal yang Harus Dihadapi Pemuda Saat Ini

Foto: Sayangi.com/Istimewa

Ciputat, Sayangi.com – Ada tiga hal yang sedang dihadapi pemuda saat ini dalam perjalanan memperjuangkan bangsa. Tiga hal tersebut demokrasi, mental pragmatis dan hendonis, serta lemahnya peran negara terhadap kesejahteraan.

Hal ini terungkap dalam diskusi “Berbudaya dan Kreatif Menuju Pemuda Bangsa yang Berintegritas” yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ciputat di gedung Teather lantai 2, Fakultas Sains dan Teknologi, Senin (4/11).

Zainuddin Asri, ketua panitia kegiataan mengatakan, acara tersebut diadakan karena para pemuda belakangan ini lebih cenderung menyukai hendonisme.

“Sebagai pemuda, kami merasa gelisah melihat pemuda yang belakangan ini lebih cenderung menyukai budaya luar,” katanya usai diskusi yang dihadiri Indra SH (anggota DPR RI), Emanuel Herdyanto (Sekjend DPP PGK), Aziz Udin (Ketua PB HMI) dan Djilhadul Mubarok (Ketum DPP IMM).

Lebih jauh, Zainuddin mengatakan dengan acara ini diharapkan nasionalisme dan kebangsaaan pemuda akan terlahir kembali. Baginya, Sumpah Pemuda merupakan momentum terbaik dalam rangka pemahaman pemuda terhadap nasionalisme dan kebangsaan.

Sementara itu, Amir salah satu peserta diskusi mengatakan kegiatan ini sangat baik dilaksanakan. Dia menilai dengan acara semacam ini dapat mendorong rasa nasionalisme dan kebangsaan pemuda.

“Sebaiknya ada langkah konkret selain hanya sekadar diskusi,” ujarnya.

Anggota DPR RI Indra SH menyebut pemuda harus selalu menjadi alasan utama bangsa dan negara ini berubah. Karenanya pemuda harus berani berbuat dan bergerak.

“Pemuda harus mendorong perubahan, kita harus bisa dan bangga dengan bangsa kita,” ujar Indra.

Hal senada diungkapkan Djilhadul Mubarak. Dia menyebut tantangan pemuda saat ini adalah mendorong perubahan agar bangsa ini keluar dari krisis multi dimensi.

“Pemuda kita berhadapan dengan tiga masalah besar. Pertama demokrasi jalan di tempat, melawan mental pragmatis dan hendonis, serta lemahnya peran negara terhadap kesejahteraan,” terang Sekjen DPP PGK Emanuel Herdyanto.(GWH)