BNN: Kalau Mahasiswa Tanam Ganja, Tindaklah Secara Tegas!

Foto: elziyad9tsn

Yogyakarta, Sayangi.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menilai perlu adanya penindakan tegas terhadap mahasiswa yang sengaja menanam atau membudidayakan tanaman ganja.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) DIY Budiharso, Selasa (5/11/2013) mengatakan, usia mahasiswa dipandang sudah bisa berpikir terhadap segala perilaku yang melanggar hukum.

“Jadi ya mereka itu sudah tahu kalo menanam ganja itu melanggar hukum. Jadi jika sampai ini dilakukan seharusnya mereka ditindak tegas,” katanya.

Menurut dia, secara prosentase jumlah penyalahgunaan narkoba dari kalangan mahasiswa maupun pelajar terus berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kasus penyalahgunaan narkoba masih dodominasi kalangan swasta ataupun wiraswasta,” katanya.

Ia mengatakan, diharapkan kepada para pecandu dapat dilakukan rehabilitasi supaya sembuh dan tidak kembali lagi menyalahgunaakan narkoba.

“Bila kasus yang terjadi mahasiswa pecandu sampai mencoba menanam biji ganja hal itu sudah termasuk mencoba untuk membudidayakan dan harus ditindak tegas,” katanya.

Aparat kepolisian belum lama ini menangakap seorang mahasiswa dari perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta karena terbukti menyimpan ganja kering seberat 43,86 gram dan satu pot tanaman ganja setinggi 70 sentimeter.

Mahasiswa tersebut ditangkap di kamar kosnya di Banguntapan, Bantul. Saat dilakukan penggeledahan selain menyimpan barang bukti itu, ditemukan biji berikut ranting ganja dengan berat 6,26 gram dan rokok yang dicampur dengan ganja.

Dari pengungkapan kasus itu, petugas melakukan pengembangan dan kembali mengamankan empat orang warga, yakni, Lk (39) Ar (44) dan Es, ketiganya warga Sadonoharjo, Ngaglik, Sleman dengan barang bukti masing-masing 12,8 gram ganja, 2,05 biji ganja dan 2,47 gram ganja.

“Adanya sanksi tegas kepada mahasiswa yang terlibat kasus itu, diharapkan dapat memberi efek jera bagi mahasiswa yang mencoba menanam ganja,” katanya.

Sebelumnya setidaknya kasus penanaman benih ganja itu sudah tiga kali terjadi di DIY. Desember 2011, DK (22) seorang mahasiswa PTN di Yogyakarta menanam 31 pohon ganja di halaman kontrakannya Desa Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Februari 2012, BD (32) pedagang souvenir asal Temanggung, Jawa Tengah ditemukan menanam ganja dalam dua pot bunga di kontrakannya daerah Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Kemudian, April 2012, TA, (28) warga Sorogenen, Kalasan, Sleman diamankan Polresta Yogyakarta lantaran menanam ganja dalam enam pot di kontrakan.