Caleg Incumbent Kota Bekasi Tak Diminati Masyarakat

Foto : bekasikota.go.id

Bekasi, Sayangi.com – Lembaga Survei Bekasi Parlementary Center memprediksi mayoritas calon legislatif petahana (incumbent) di Kota Bekasi, Jawa Barat, kurang diminati masyarakat.

“Kami mencatat ada 45 anggota DPRD Kota Bekasi saat ini yang kembali mencalonkan diri pada Pileg 2014. Namun kami perkirakan pemilihnya hanya 30 persen saja,” kata Direktur Bekasi Parlementary Center (BPC), Didit Susil, di Cikarang, Minggu (10/11).

Menurut dia, alasan dari berkurangnya pemilih Caleg petahana karena berkaitan dengan kinerja mereka semasa menjabat di DPRD.

“Kecuali bagi mereka yang sering turun langsung dan menyapa pemilihnya, bisa mendapat suara lebih,” katanya.

Berdasarkan hasil survei pihaknya yang digelar pada 1 hingga 5 November 2013, didapatkan hasil 27,4 persen dari 1.200 responden yang diwawancarai secara acak mayoritas memilih kualitas caleg yang merakyat.

Posisi terbanyak kedua sebesar 19,3 persen, menghendaki caleg yang jujur dan bersih, disusul dengan karakter cerdas sebesar 14 persen.

“Dari hasil sampling diketahui mayoritas pemilih lebih berminat dengan caleg yang merakyat,” ujarnya.

Didit menilai hal itu wajar terjadi mengingat kinerja sebagian anggota DPRD setempat selama ini dirasa masyarakat kurang maksimal.

“Kalau mereka kurang mendapat sambutan positif dari masyarakat, karena faktor ketidakpuasan yang disebabkan rendahnya kinerja dewan dan media yang gencar menyorot perilaku mereka,” katanya.

Menurut dia, survei tersebut juga menanyakan tentang latar belakang caleg yang digemari masyarakat, dan hasilnya caleg dengan latar belakang pengusaha lebih banyak diminati, dengan persentase 60,5 persen.

Menyusul caleg dengan latar belakang anggota parpol sebesar 52 persen. Sedangkan untuk caleg berlatar belakang artis sebesar 33,3 persen.

Didit menambahkan, hasil survey tersebut bisa menjadi pertimbangan bagi parpol di Kota Bekasi yang menjadi peserta pemilu 2014 nanti, agar membenahi calegnya sesuai dengan harapan masyarakat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan serta membangun infrastruktur yang lebih baik melalui hak aspirasi.

“Parpol yang mengikuti Pemilu sebaiknya membenahi calegnya, agar menjadi sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, demi meningkatkan kesejahteraan,” katanya. (MD/Ant)