Ulama: Santri Harus Berjiwa Pahlawan

Foto: yptauhid

Garut, Sayangi.com – Tokoh ulama asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, KH Asep A Maoshul Affandy mengatakan santri harus berjiwa pahlawan dengan gerakan mengamalkan ilmu dan pengetahuan agama untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia.

“Santri harus berjiwa pahlawan, santri itu ksatria, pesantren itu ksatrian artinya tempat ksatria,” kata Asep salah satu Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, usai menghadiri doa bersama umat muslim di alun-alun Kabupaten Garut, Minggu (10/11/2013).

Ia menuturkan, upaya menunjukan santri berjiwa pahlawan diantaranya tidak meninggalkan atau melupakan jasa-jasa para pahlawan yang berjuang di jalan ajaran Islam dan memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia.

Ia menjelaskan, jasa pahlawan dari santri, ulama atau kiyai salah satunya telah mendirikan pesantren sebagai tempat pendidikan bagi masyarakat mempelajari Islam hingga sekarang.

“Peninggalan-peninggalan pahlawan seperti pesantren, tapi peninggalan beliau tidak berarti bentuk fisik, tapi pesannya juga,” kata anggota DPR-RI dari Fraksi PPP itu.

Ia mengungkapkan, banyak pahlawan dari kalangan santri dan ulama yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dan berjuang membangun bangsa Indonesia.

Salah satunya, kata dia, pahlawan asal Kabupaten Garut KH. Anwar Musaddad yang telah berjasa bagi masyarakat Garut dan Indonesia dengan ilmu dan pengetahuannya tentang menyebarkan ajaran agama Islam.

“Beliau ulama Indonesia yang menyebarkan Islam bahkan sampai ke Negara-negara Asia,” jelas Asep.

Sementara itu, kegiatan doa bersama diselenggarakan Himpunan Alumni Miftahul Huda yang mendoakan para pahlawan, negara, dan berdoa untuk Pilkada Garut agar berlangsung damai dan melahirkan pemimpin amanah.

Doa bersama itu dihadiri juga oleh Bupati Garut, Agus Hamdani, sejumlah ulama dan tokoh masyarakat, serta kalangan santri dari berbagai kecamatan di Garut. (MI/Ant)