Warga Purworejo Sudah Lama Anggap Sarwo Edhie Pahlawan

Foto: Sayangi.com/Istimewa

Purworejo, Sayangi.Com – Warga Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sudah lama menganggap Letjen (purn) Sarwo Edhie Wibowo sebagai pahlawan nasional, walaupun pemerintah pusat baru menyetujui usulan itu tahun 2013 ini dan akan ditetapkan pada 2014.

Hal tersebut dikemukakan oleh Bupati Purworejo Mahsun Zain di pendopo kediaman Bupati Purworejo, Minggu (10/11).

Menurut Mahsun, sikap Sarwo Edhie semasa hidup yang patut diteladani adalah sederhana dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

“Sifat dan tauladan almarhum Sarwo Edhie itulah yang membuat warga Purworejo menganggap Sarwo Edhie sudah menjadi pahlawan nasional, meskipun sebenarnya baru disetujui pada tahun ini,” kata Mahsun.

Menurut Bupati, ketokohan Sarwo Edhie yang legendaris dan anggapan masyarakat Purworejo itulah yang membuatnya merasa bertanggung jawab untuk mewujudkan rekomendasi masyarakat agar pemerintah pusat menetapkan Sarwo Edhie menjadi pahlawan nasional.

Usul paling banyak agar Sarwo Edhie ditetapkan menjadi pahlawan nasional, menurut Mahsun, berasal dari kalangan ulama Purworejo.

Mahsun mengungkapkan, hal yang cukup menyulitkan Bupati untuk membawa usulan ke pemerintah pusat adalah pemerintah daerah belum menemukan nama gedung atau jalan atas nama mertua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

“Saya akhirnya ke Jakarta, eh ternyata di Markas Kopassus, di Cijantung, ada gedung Sarwo Edhie. Kemudian di Magelang juga ada, dan di Papua nama Sarwo Edhie dijadikan nama museum,” ujarnya.

Akhirnya, usul tersebut disetujui pada tahun ini oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Kehormatan, dan akan ditetapkan pada 2014, kata Mahsun.

“Dan perlu diketahui tidak ada unsur politis, semuanya murni dari masyarakat, dan tim yang menyeleksi juga independen dan obyektif, bukan dari pemerintah,” kata Mahsun.

Sarwo Edhie Wibowo yang lahir di Purworejo adalah komandan RPKAD ( Resimen Para Komando Angkatan Darat,asal muasal Kopassandha TNI AD/Kopassus TNI AD) yang memimpin operasi penumpasan G30S/PKI tahun 1965. Setelah itu, Sarwo Edhie pernah menjabat Pangdam di Papua, Gubernur AKABRI, Dubes RI di Korsel, dan Kepala BP-7.

Sarwo Edhie adalah ayah kandung dari mantan KASAD Pramono Edhie Wibowo dan ibu negara Ani Yudhoyono. (Ant)