Polisi: Hari Ini Jatuh Tempo Pemeriksaan Adiguna

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Piyu, Vika Dewayani, Hendri, Daryono, maupun Indriyani sudah menjalani proses penyidikan, hari ini giliran Adiguna Sutowo dipanggil pihak kepolisian Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus perusakan rumah Adiguna yang dihuni Vika istri keduanya, di kawasan Pulomas Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

Menurut pihak kepolisian, hari ini merupakan jatuh tempo untuk pemeriksaan Adiguna Sutowo, setelah sebelumnya ia mangkir dari panggilan polisi pekan lalu.

“Adiguna kita lakukan panggilan kedua yang jatuh tempo hari selasa besok kita harapkan besok sodara Adiguna hadir untuk diperiksa sebagai saksi” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Senin (11/11) malam di kantornya.

Masih menurut kepolisian, pemeriksaan terhadap Adiguna bukan hanya perihal pernyataan anehnya di media beberapa waktu lalu ketika menggelar jumpa pers bersama Piyu, lebih dalam lagi penyidikan yang akan dilakukan karena dari temuan bukti serta kesaksian para saksi terakhir Adiguna ada di mobil bersama F yang diketahui sebagai pelaku perusakan rumah tersebut. Bahkan dikabarkan, keduanya dalam keadaan mabuk berat saat peristiwa itu terjadi.

“Yang bersangkutan, dari hasil pemeriksaan terakhir ada di mobil bersama dengan F dan daryono pada saat perusakan. Apakah dia ikut tersangkut dalam kaitan perusakan tersebut apa hanya kebetulan berada di situ, kita liat besok pemeriksaannya” terang Rikwanto.

Pada jumpa pers yang digelar di bilangan Thamrin beberapa waktu lalu, Piyu sempat membantah keterlibatan istrinya Anastasia Florina Limasnax dalam peristiwa perusakan itu. Begitupun Adiguna, ia malah memberi pengakuan bahwa dirinya lah pelaku perusakan. Padahal hasil pemeriksaan kemudian menyatakan bahwa pelakunya adalah seorang perempuan, bukan laki-laki.

Polisi juga menegaskan, bahwa F sudah dinyatakan sebagai tersangka utama pelaku perusakan. Dan hingga kini masih dalam pencarian. Keberadaannya tak diketahui lagi sejak sehari setelah peristiwa perusakan terjadi.

Pengakuan Piyu, suami F mengatakan bahwa komunikasi terakhir dengan F terakhir di tanggal 27 Oktober silam. Sejak itu Piyu pun kehilangan kontak, dan tak tahu lagi keberadaan F.

Lebih lanjut, Rikwanto menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pencekalan di imigrasi dan sejumlah bandara demi menangkap F.

“F masih di cari, dia memang sebagai pelaku dan akan ditangkap penyidik, sudah kita cekal di imigrasi dan mudah-mudahan masih berada di Jakarta, kita belum temukan saja tempat persembunyiannya” Pungkas Rikwanto. (S2)