Lara Djonggrang: Kekhasan Kuliner dan Budaya Nusantara

Foto: keysceeline wordpress

Jakarta, Sayangi.com – Untuk anda yang gemar melakukan wisata kuliner sekaligus penggemar sejarah, cobalah sesekali datang dan berkunjung ke restoran unik yang hadir dengan nuansa mistis, nyentrik nan eksotis di kawasan Menteng. Namanya, Restoran Lara Djonggrang. Resto yang terletak di Jalan Cik Ditiro No. 4 Jakarta Pusat ini menawarkan wisata sejarah sekaligus kulineri otentik nusantara yang lezat.

Ketika anda mulai memasuki restoran, cahaya temaram dan juga alunan khas musik gending jawa akan membawa anda ke dalam nuansa tradisional yang kental namun juga menambah kesan mistis yang dalam. Uniknya, anda tak dipersilahkan untuk serta merta duduk manis dan memilih ragam menu restoran melainkan ditawarkan untuk ditemani para guide berpakaian batik dan kebaya untuk tur keliling restoran. Namun, jika tak sabar ingin segera menyantap hidangan khas restoran ini, anda bisa langsung duduk di meja dan siap memesan menu makanan yang beragam.

Jika anda baru datang untuk pertama kalinya, dijamin anda akan berdecak kagum melihat bangunan yang sederhana namun dipenuhi sentuhan tradisional khas Nusantara. Inilah yang menjadikan restoran ini kerap kali dikunjungi oleh para wisatawan asing dari berbagai negara.

Restoran ini sendiri memiliki beberapa ruangan yang berbeda dan juga unik. Diantaranya, ada ruangan China Blue. Seperti kita tahu, Nusantara memiliki ragam suku dan budaya akibat masuknya bangsa-bangsa asing melalui jalur perdagangan di masa lampau. Di ruangan China ini, anda bisa menemukan ragam ornamen China yang dipenuhi nuansa biru nan eksentrik.

Selain itu, anda juga harus mencoba untuk masuk ke dalam ruangan Bung Karno, dimana ruangan ini dipenuhi dengan koleksi dan foto-foto Presiden pertama Republik Indonesia. Semua koleksi yang ada disana, adalah barang-barang asli milik Bung Karno.

Yang tak kalah uniknya, resto Lara Djonggrang ini juga memiliki bar yang diberi nama La Bihzad Bar. Dimana dalam bar tersebut terpasang lukisan berwajah jin. Menyeramkan, tetapi tetap menarik untuk menambah pengetahuan kita terhadap aneka tempat kulineri yang khas.

Sementara ruang utama pada restoran ini diberi nama Lara Djonggrang. Sesuai dengan namanya, di dalam ruangan ini terdapat tiruan dari patung Lara Djongrang, patung Budha juga berbagai ornamen khas Jawa lainnya.

Tidak hanya menjual cerita, restoran ini juga menyajikan beragam makanan khas Indonesia. Menu pembuka yang wajib dicoba disini adalah perkedel terong. Makanan ringan yang terbuat dari kentang dan udang yang dihaluskan dan dicampur dengan bumbu rempah yang menimbulkan rasa gurih-gurih enak di lidah.

Selain itu ada pula, sate lilit ikan Gianyar. Keunikan sate ini adalah daging ikan kakap merah yang disajikan bukan ditusuk menggunakan lidi melainkan dililitkan di ujung batang tebu muda. Rasa gurih sate bercampur dengan aroma rempah dan juga tebu muda membuat kita tak ingin berhenti mengunyah.

Ada lagi nasi merah Gunung Kidul yang disajikan dengan aneka lauk pauk seperti ayam kremes, sambel tempe, sayur asem, ikan asin, sayur santan daun singkong dan juga krupuk kampoeng.

Puas dengan hidangan utama, anda harus mencoba hidangan penutup yang favorit disini. Adalah es krim Mahameru yang lebih mirip dengan es campur. Isinya beragam. Ada cincau, alpukat, nangka, tape, leci, kemudian ditutup dengan es serut yang menggunung lalu diberi lumeran susu dan sirup yang menggoda selera. Sesuai namanya, es ini bisa dinikmati bersama-sama karena porsinya yang super besar layaknya gunung Mahameru.

Untuk masalah harga, jangan khawatir. Harga di restoran ini terbilang masih terjangkau, mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 300 ribu. Cukup murah bukan menikmati makanan dan minuman lezat pun ditemani suasana khas nusantara yang kaya? Perut kenyang, mata dan hati pun ikutan puas menikmati sajian khas budaya Nusantara. (FIT)