Orang-Orang yang Nekat Mengoperasi Dirinya Sendiri (2)

Foto: papilot.pl

Jakarta, Sayangi.com – Sebelumnya, Sayangi-com telah mengulas bagaimana orang-orang yang tak memiliki dana terpaksa melakukan operasi sendiri pada bagian-bagian tubuhnya. Berikut seri terakhir orang yang berani mengambil tindakan ekstrim demi mendapatkan pertolongan medis segera.

Seorang wanita yang nekad melakukan operasi sesar

Pada bulan Maret tahun 2000, Inez Ramirez Perez seorang perempuan Meksiko yang berasal dari negara bagian Oaxaca sempat menjadi pusat perhatian dan perbincangan setelah kenekatannya melakukan operasi sesar seorang diri, pada dirinya sendiri. Padahal Ramirez sama sekali tidak memiliki kemahiran dalam dunia medis. Namun wanita ini berhasil melakukan operasi sesar tersebut dimana dia dan bayinya dapat selamat.

Pada saat ia mengalami tanda-tanda akan melahirkan, Ramirez sedang sendirian berada di dalam rumahnya di Rio Talea, sebuah kota di sebelah selatan Meksiko. Sementara itu bidan terdekat letaknya kurang lebih 50 mil selain itu untuk menuju kesana, ia pun hrus menempuh medan yang sangat sulit.

Saat Ramirez sedang kesakitan, sang suami kebetulan sedang tidak berada didekatnya. Rio Talea sendiri yang merupakan kawasan tempat ia tinggal hanya memiliki populasi penduduk sebanyak 500 orang dan hanya memiliki 1 buah telepon dan sialnya, itupun jauh dari rumah Ramirez.

Ramirez telah dikaruniai 8 orang anak, 7 diantaranya hidup dan anaknya yang terakhir terpaksa meninggal karena keguguran karena tak mampu menjangkau bidan terdekat. Tidak ingin memiliki pengalaman pahit kehilangan bayi untuk kedua kalinya, Ramirez nekat melakukan operasi sendiri.

Saat tengah malam, pada 5 maret 2000, setelah 12 jam merasa kesakitan terus menerus, Ramírez duduk di sofa dan menenggak 3 gelas kecil minuman keras yang digunakannya sebagai obat penghilang rasa sakit. Dia lalu menggunakan sebilah pisau dapur dengan panjang sekitar 15 cm untuk membelah perutnya sendiri. Ramírez mengiris sekitar 17 cm secara vertikal dan beberapa cm di sekitar kanan pusarnya, dimulai dari sekitar bawah tulang rusuk dan berakhir pada sekitar daerah kewanitaanya. Setelah membedah dirinya sendiri sekitar kurang lebih selama satu jam, akhirnya dia berhasil menjangkau ke dalam rahimnya dan menarik keluar bayi laki – laki nya. Kemudian memotong tali pusar sang bayi dengan menggunakan gunting. Lalu dia menggunakan pakaian untuk membalut lukanya setelah dirinya sadar, dan segera menyuruh anak laki – laki tertuanya untuk memanggil bantuan.

Beberapa jam kemudian salah seorang asisten bidan menemukan Ramirez tersadar dan masih hidup bersama sang bayi, dengan serta merta langsung mengambil tindakan menjahit luka sayatan pada perutnya dengan menggunakan peralatan seadanya. Setelah dilakukan tindakan medis darurat selanjutnya Ramirez dibawa ke klinik terdekat yang berjarak 2,5 mil dan ke rumah sakit terdekat yang memiliki waktu tempuh kurang lebih 8 jam dengan menggunakan mobil.

Sesampainya di rumah sakit, Ramirez harus melakukan serangkaian operasi untuk memperbaiki luka sayatan pada perutnya tersebut. Operasi pertama dilakukan, 16 jam setelahnya adalah untuk melakukan perbaikan pada wilayah pembedahan sesar tersebut. Kemudian pada hari ke 7 Ramirez menjalani operasi bedah yang kedua untuk menghindari komplikasi yang terjadi karena kerusakan pada ususnya yang terjadi pada proses bedah sesar yang telah dia lakukan. Dia keluar dari RS setelah hari ke-10, dan beristirahat di rumah untuk menjalani pemulihan total.

Ramirez dipercaya menjadi satu satunya wanita yang telah berhasil melakukan serangkaian operasi sesar kepada dirinya sendiri dan berhasil menyelamatkan nyawa anak dan dirinya sendiri. (FIT-habis)