Ini Dia Proyek Mangkrak Tubagus Wawan di Lebak

Foto : Sayangi.com/Doc

Lebak, Sayangi.com – Pembangunan Bendungan Cihara di Kabupaten Lebak Banten sekitar Februari 2013 lalu sudah diributkan sejumlah kalangan. Pasalnya, jembatan senilai Rp 19 miliar itu jebol tak lama setelah dibangun.

Kala itu PT Buana Wardana yang merupakan salah satu perusahaan milik Tubagus Chaeri Wardana alias Tubagus Wawan sanggup memperbaiki jembatan yang jebol. Namun setelah lama dinanti, pembangunan bendungan yang jebol itu tetap dibiarkan mangkrak.

Oleh karenanya, kalangan aktivis di Lebak geram atas terkatung-katungnya pembangunan bendungan yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Banten tahun 2012 .

“Kami minta penegak hukum dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Banten segera turun tangan,” desak Ucu, seorang aktivis Kabupaten Lebak, Selasa (12/11).

Menurut dia, proyek pembangunan Cihara berlokasi di Kampung Parung Gedong, Desa Cikate, Kecamatan Cigemlong, Kabupaten Lebak hingga kini terbengkelai.

Semestinya, proyek yang mengaliri ribuan hektare sawah itu sudah selesai tahun 2013.

Karena itu, pihaknya meminta Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman (DSDAP) Banten bertindak tegas terhadap pelaksana pengerjaan melalui pihak ketiga.

“Kami berharap supremasi hukum ditegakkan dengan tidak pandang bulu karena kita negara hukum,” katanya.

Ia mengatakan, proyek bernilai belasan miliar itu diduga adanya ketidakberesan karena hingga kini belum dapat dimanfaatkan oleh petani.

Padahal, dengan dibangunnya bendungan itu warga berharap dapat mengaliri ribuan hektare sawah di daerah itu.

“Kami minta DSDAP Banten bersikap tegas dan pihak kontraktor “diblacklist” saja,” desak Ucu.

Ucu melihat proyek bendungan itu kondisinya terbengekalai, apalagi usai ambrolnya saluran penyela yang menyebabkan puluhan kubik material batu menutupi lantai bendungan.

Seharusnya, proyek itu terselesaikan hingga November 2013 ini.

Namun, apakah proyek itu akan diperpanjang/addendum untuk yang kesekian kalinya.

“Kami mendesak penegak hukum dan BPK segera turun tangan,” katanya.

Sementara itu, Kasi Irigasi TB Asep mengatakan pihaknya memerintahkan kontraktor untuk memperbaiki kembali dengan menguatkan saluran dan bendungan. 

Perbaikan ini, kata dia, ketika turun hujan dengan intensitas tinggi tidak kembali ambrol.

“Kami sudah ke lapangan dan dalam waktu dekat peralatan berat akan segera diturunkan ke lokasi,” katanya. (MD/Ant)