KPK Disebut Aneh, Yasin Gambar Anas Disita, Gambar Ibas Diabaikan

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara mengejutkan menggeledah rumah Anas Urbaningrum, yang merupakan markas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI). Dalam penggeledahan itu, di antara yang disita adalah buku Surah Yasin.

Menanggapi penggeledahan ini, Juru Bicara PPI Ma’mun Murod melihat sesuatu yang aneh. Menurutnya, KPK menemukan dua jenis buku Yasin. Satu bergambar Anas Urbaningrum dan satunya lagi Yasin bergambar putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Anehnya kata dia, KPK hanya menyita buku Yasin yang bergambar Anas, sedangkan yang bergambar Ibas dibiarkan.

“Ditemukan dua buku Yasin yang bergambar Anas dan buku Yasin bergambar Ibas dan istrinya. Justru yang disita penyidik itu buku Yasin yang bergambar Anas, dan bukan buku Yasin yang Ibas,” kata Ma’mun, dalam konferensi pers di Markas PPI, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (12/11/2013).

Dalam penggeledahan ini, KPK juga menyita uang sebesar Rp 1 miliar. Namun lagi-lagi, Ma’mun mengaku kaget dan bertanya-tanya, atas dasar apa KPK menggeledah PPI. Ia juga menilai langkah KPK yang menggeledah organisasi yang akhir-akhir ini banyak berpolemik dengan Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat tersebut sebagai langkah yang salah alamat.

“KPK salah alamat dalam penggledahin ini,” katanya.
Menurut Ma’mun, uang yang disita KPK merupakan uang kas yang digunakan sebagai operasional organisasi dan tidak ada hubungannya dengan kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Oleh karenanya, ia minta dengan tegas agar KPK mengembalikan uang tersebut.

Kami akan meminta agar uang itu dikembalikan,” pintanya, tegas.

PPI menurut Ma’mun juga tidak bisa menerima dalih KPK menggeledah markas yang juga kediaman Anas tersebut untuk menggali keterangan dari istri Anas, Athiyah Laila. Selain itu, tindakan KPK yang menyita paspor Atiyah juga patut dipertanyakan.

“PPI akan mengambil sikap kepada KPK terkait penggeladahan ini,” jelasnya.

Dalam penggeledahan itu, menurut Ma’mun, KPK juga menyita sebuah buku surat Yasin, paspor milik Athiyah dan sebuah surat yang terbilang rahasia dan berasal dari pegawai internal KPK untuk Anas.

“Saya tidak tahu, mungkin perlu ditanyakan ke Menkumham Amir Syamsudin, apakah KPK punya kewenangan untuk menyita paspor,” ujarnya, menerangkan soal paspor yang disita KPK.