Investor Pasar Ingkar DPRD Gusar

Foto : Antara

Padang, Sayangi.com – DPRD Kota Padang gusar setelah investor pembangunan Pasar Simpang Haru yang belum lama ini terbakar di Kecamatan Padang Timur ingkar, melewati tenggat waktu yang sudah ditentukan. “Kami sudah mengeluarkan rekomendasi peninjauan ulang,” ucap Ketua DPRD Kota Padang Zulherman, di kantornya, Selasa (12/11).

Rekomendasi berdasarkan masukan dari Panitia khusus, ungkap Sulherman, sudah diplenokan di sidang paripurna. “Kami rekomendasikan pada pemerintah kota untuk meninjau ulang perjanjian kerja sama dengan pihak kedua atau investor untuk pembangunan pasar Simpang Haru di daerah ini.”

Berdasarkan pembahasan pansus, imbuh Zuherman, ada pernyataan teknis terhadap rencana pembangunan Pasar Simpang Haru, yang menurut informasi dari BPMP2T Kota Padang, rencana pembangunan akan dimulai pada akhir November 2013.

Padahal, tandas Zuherman, pansus melihat perjanjian kerja sama antara pemerintah Kota Padang dengan PT Adiwira Ekaputra Nomor: 183.24/Huk-Pdg-2012, dan Nomor: 028/HIP-DCC/XII/12, tanggal 28 Desember 2012, Pasal 5, dijelaskan pembangunan dimulai oleh pihak kedua paling lambat 180 hari sejak tanggal penandatanganan perjanjian kerja sama.

Ternyata hingga sekarang pembangunan pasar belum dimulai. Oleh karenanya DPRD setempat investor dianggap sudah melampaui tenggat waktu yang ditentukan. Sekaligus menyerukan Pemkot mencari investor baru yang lebih serius dan lebih memiliki kemampuan keuangan untuk segera membangun pasar itu.

Ditambahkan Zuherman, DPRD Padang juga merekomendasikan peninjauan ulang atas pengembangan pasar di Koppas Plaza lantai II, III, dan IV Pasar Raya Padang, yang dilakukan investor dengan surat perjanjian kerjasama Nomor: 183/Huk-Pdg/2013 dan Nomor: 50/Koppas-Pdg/V/2013, tanggal 27 Mei 2013.

Dalam rekomendasi pansus yang disetujui DPRD Padang, menjelaskan, adanya penolakan oleh kelompok pedagang, pengerjaan pengerjaan pembangunan pada 2012, sedangkan proses pelelangan Mei 2013, dapat diartikan pengerjaan itu dimulai sebelum perjanjian kerjasama ditandatangani.

Selanjutnya, DPRD Padang menilai pengembangan yang dilakukan harusnya dibicarakan dengan pedagang, yang memiliki pertokoan dilantai I, dan II, sebab lantai II, III, dan IV, sebelumnya adalah pelataran parkir untuk menampung kendaraan pemilik toko.

“Selain itu juga masih ada empat poin lainnya dalam rekomendasi terkait Koppas Plaza ini,” jelas Zulherman. (MD/Ant)