Gagal Transfer Aset, Inalum Coba Direbut Lewat Transfer Saham

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Pemerintah melaporkan adanya langkah maju terkait penyelesaian proses pengambilalihan PT. Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dari pihak Nippon Asahan Aluminium (NAA). Kesepakatan terbaru itu dihasilkan Pemerintah dengan pihak Jepang dalam pertemuan tim negosiasi kedua negara yang berlangsung di Singapura, Selasa kemarin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, pertemuan yang dilangsungkan di Singapura pada Selasa (12/11) kemarin oleh tim negosiator dari kedua pihak telah menyepakati lima pokok kesepakatan dalam rangka penyelesaian proses tersebut.

“Pertama, kita sepakat untuk menyelesaikan proses pengambilalihan melalui transfer saham. Sebelumnya, berdasarkan master agreement proses pengambilalihan itu melalui transfer aset. Kemarin disepakati lewat transfer saham,” tutur Hatta saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (13/11).

“Kedua, secara profesional angkanya 556 juta dolar AS. Sebelumnya nilainya ‘kan 558 juta dolar AS, sesuai audit BPKP,” jelasnya. Hatta melanjutkan, yang menjadi poin ketiga dalam kesepakatan tersebut yakni angka tepatnya yang akan disetujui bersama akan berdasar pada hasil post audit yang sedang dilakukan.

“Yang keempat, jika hasil post audit yang dilakukan lebih besar 20 juta dolar AS dari angka profesionalnya (di atas 556 juta dolar AS) atau lebih kecil (di bawah) dari itu, maka penyelesaian besaran harganya akan diselesaikan ke arbitrase internasional,” urainya.

Menurut dia, dari perkiraan pemerintah, angka hasil post audit yang sedang dilakukan tidak akan berada pada range yang disepakati yang memungkinkan penyelesaian hal tersebut dibawa ke arbitrasi internasional.

Sedangkan poin kesepakatan yang kelima yaitu kedua belah pihak mengharapkan dilakuakannya clean and break tax audit dan jaminan (warranty) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik Inalum. Untuk poin terakhir ini, tutur Hatta, akan segera diselesaikan oleh lawyer kedua pihak.

“Kesepakatan ini yang dilaporkan tim negosiasi ke saya. Hasil ini jauh lebih maju dari sebelumnya terkait proses Inalum ini,” pungkasnya. (MSR)