Perlu Kerja Cepat Pemerintah Atasi Perdagangan Perempuan

Foto : www.wisatanews.com

Bandarlampung, Sayangi.com – Menurut Sely Fitriani SH, Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR, kasus dialami Astuti, tenaga kerja Indonesia (TKI) buruh migran asal Bandarlampung merupakan gambaran utuh wajah kerentanan nasib buruh migran Indonesia khususnya di Lampung saat ini.

“Perlu kerja cepat pemerintah daerah dalam proses penanganan, perlindungan dan kepulangan korban dari Yordania. Korban tidak bisa dibiarkan sendiri dalam kondisi dieksploitasi dan mengalami tindakan kekerasan oleh majikannya,” ujar dia.

Staf LSM DAMAR, Sofian HD menuturkan Astuti diketahui memiliki tIga orang anak yang masih kecil-kecil usia sekolah namun saat ini sudah tidak ada yang bersekolah lagi.

“Sejak sekitar tiga bulan lalu, dia sudah berkirim surat kepada keluarganya menyampaikan kondisinya di sana, tapi sampai saat ini nasibnya masih belum jelas,” ujar dia.

Informasi diperoleh, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Lampung telah menyerahkan penanganan kasus dialami Astuti itu kepada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kementerian Luar Negeri di Jakarta.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan, pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus cepat mengambil langkah yang diperlukan. Jangan sampai pemerintah seolah lepas tangan atas nasib salah satu warganya itu,” kata dia lagi.

Ikatan Pemuda Pemudi Peduli Layanan Publik (IPPLP) Bandarlampung melalui Kepala Bidang Advokasi Febrianda telah menyatakan kesanggupan untuk mendampingi Siti Aminah, orang tua Astuti mengurus kejelasan nasib anaknya itu. (MD/Ant)