Irfan Hakim: Perjuangan Paling Berat Melawan Bangsa Sendiri

Foto: Sayangi.com/Achmad Bustami

Jakarta, Sayangi.com – Artis dan pembawa acara Irfan Hakim memiliki pendapat tersendiri mengenai kriteria pemimpin dan Pemilihan umum 2014. Ia termasuk salah satu artis yang turut memberikan perhatian lebih pada kancah politik pemimpin di Indonesia. Irfan berpendapat saat ini hal yang paling berat dilakukan adalah berjuang melawan bangsa sendiri. Berikut hasil wawancara Irfan Hakim yang dirangkum oleh reporter Sayangi.com, Gayatri AA.

Sebagai seorang artis dengan kesibukkan yang cukup padat, apakah Irfan masin menyempatkan diri untuk memantau perkembangan berita di TV?

Walaupun sibuk tapi masih diusahakan untuk nonton karena untuk memantau perkembangan selebriti dan dunia termasuk untuk evaluasi karir saya. Berhubung sekarang sudah bisa streaming di handphone jadi nontonnya gak harus di TV.

Kalau siaran berita tentang perkembangan politik di Indonesia gimana?

Lumayanlah. Sejujurnya saya tidak suka dengan politik, karena politik itu penuh dengan intrik yang sangat halus sekali. Ya walaupun di dunia kerja kita juga sulit membedakan mana orang baik mana yang buruk, tetapi di politik itu sangat susah sekali melihat mana yang benar dan yang salah. Sejujurnya, saya juga beberapa kali pernah ditawarin jadi politikus, entah itu wakil walikota, wakil gubernur ataupun anggota dewan. Namun, saya rasa saya belum siap dengan cara kerja politikus di Indonesia. Kalau nanti ada perubahan-perubahan yang lebih baik dan sesuai dengan nilai-nilai yang saya jaga dan yakini. Saat ini ya mungkin saja, tetapi untuk sekarang saya belum tergoda dengan yang ada di dunia politik sekarang.

Kalau terdapat pergantian pemimpin dan pemerintahannya, berminat untuk terjun ke dunia politik tidak?
Nah itu dia, saya belum bisa membedakan pemimpin yang baik atau tidak. Tetapi minimal sekarang saya melihat ada beberapa sosok di pemerintahan, yang sudah mulai berpihak pada rakyat. Minimal mereka bekerja tidak untuk kepentingan pribadi dan memposisikan rakyat sebagai nomer satu. Itu adalah kriteria yang cocok menggambarkan pemimpin atau anggota dewan dan wakil rakyat yang sebenarnya.

Saat ini siapa yang kira-kira sudah sesuai dengan kriteria yang telah disebutkan tadi?
Saya kenal secara personal dengan Jokowi sejak masa jabatan keduanya sebagai walikota Solo. Waktu masa periode pertama ke periode kedua, ia sebenarnya tidak mencalonkan diri untuk maju lagi, tetapi akhirnya masyarakat di Solo sampai demo meminta ia untuk maju lagi sebagai walikota. Alhasil dia menang dengan hasil 90% tanpa mencalonkan diri sendiri itu berarti masyarakat menilai kinerjanya memang sangat bagus. Dan yang saya tau dia tidak pernah mengambil gajinya, jadi gaji Jokowi diserahkan kepada rakyatnya. Walaupun APBD habis, tetapi ada hasil pembangunan sebagai buktinya. Sekarang sebagai warga Jakarta saya juga merasakan beberapa langkah maju yang sudah dilakukan Jokowi. Misalnya, pembersihan kali Ciliwung, taman kota diperindah. Mungkin saat ini salah satunya pemimpin yang sesuai dengan kriteria saya ya beliau, tetapi di daerah lain juga ada yang bisa kita tiru. Mudah-mudahan yaa bisa berlanjut ke tingkat nasional.

Kalau Jokowi maju di Pemilu 2014, apakah Irfan akan mendukung Jokowi?
Bukan Jokowinya sih, tetapi sifat dan kinerja Jokowi yang menjadi harapan kita warga Indonesia untuk kedepannya. Saya yakin sebenarnya banyak di Indonesia tokoh yang seperti itu, tetapi ya kalau di Indonesia ini kan jalannya kepermukaan agak susah. Karena link di atasnya lebih berpihak kepada yang yaa gitu deh.

Kira-kira pemilu tahun depan akan menggunakan hak pilihnya?
Saya selalu menggunakan hak pilih saya, karena itu adalah salah satu bentuk minimal bagaimana kita melakukan sesuatu untuk Negara kita, kalau kita nggak memilih trus kita nanti protes kan nggak pantes juga. Walaupun kalau kata orang nggak ada yang berhak dipilih, tapi minimal kita sudah menyumbangkan suara kita dan sudah menggunakan hak kita sebagai warga Negara.

Yang menarik adalah kemarin saya naik taksi, supir taksinya itu bercerita dia menarik perempuan 3 orang wanita, yang mana mereka itu adalah anggota dewan. Ketiga wanita ini membicarakan tentang masa jabatan mereka yang hampir berakhir, tetapi modal yang mereka keluarkan untuk mendapatkan kursi itu belum kembali. Istilahnya belum balik modal lah. Si supir taksinya ini sangat muak dan kesal karena ketiga wanita ini membicarakan masa jabatan kepemerintahan seolah-olah itu adalah sebuah bisnis. Perbincangan di dalam taksi itu hanya seputar bagaimana meraup keuntungan sebanyak-banyaknya sebelum mereka berakhir masa jabatannya. Dan akhirnya ketika turun ketiga penumpang tersebut, supir taksi tidak mau menerima uangnya dan ia berkata “saya sakit hati bu, saya ini rakyat, dan ibu wakil rakyat berbicara seperti tadi, saya tidak mau menerima uang haram”. Dan itu adalah salah satu contoh kecil bentuk protes rakyat langsung tentang politikus di negeri ini.

Dan saya juga mengutip kata Soekarno yaitu “Perjuangan yang paling berat itu adalah ketika kita harus melawan bangsa kita sendiri” dan itu sedang dialami oleh petinggi-petinggi kita yang benar, dimana mereka sedang memajukan Negara tetapi musuh mereka adalah warga Negara Indonesia sendiri. Karena banyak petinggi yang banyak mementingkan dirinya sendiri, kalau begini kapan bangsa kita yang kaya ini mau maju. Jangan sampai kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi, terulang kembali.

Lalu, siapa kira-kira kandidat pemimpin berikutnya yang akan dipilih?
Itu sih rahasia saya mau pilih siapa. Saya tidak bisa menyebut nama. Pokoknya karakternya seperti yang telah saya sebutkan tadi. Kalau syarat militer sih bukan keharusan, karena Indonesia kan sudah pernah dipimpin oleh militer, sipil, bahkan ulama, dan semuanya memberikan warna dalam perkembangan politik dan pemerintahan di Indonesia. Masyarakat kita juga pasti banyak yang masih percaya dengan adanya Satria Piningit, yaitu seorang pemimpin yang tiba-tiba muncul dan berasal dari rakyat jelata. Siapa itu kita tidak tahu, ya lihat saja nanti. (FIT)