HIPMI : Investor Bisa Kabur dari Sumut

Foto : karonewsupdate.wordpress.com

Medan, Sayangi.com – Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Utara Firsal Ferial Mutyara menyebutkan Sumut terancam ditinggalkan investor kalau infrastruktur di daerah itu tetap stagnan seperti sekarang ini.

“Setelah persetujuan investasi untuk tahun depan dilaporkan belum ada hingga sekarang ini sebagai dampak kekurangan energi, ada kemungkinan perusahaan di Sumut memindahkan usahanya ke daerah lain,” katanya di Medan, Jumat (15/11).

Kekurangan energi mulai dari listrik dan gas lalu disusul infrastruktur jalan dan pelabuhan yang terbatas membuat pengusaha mengkhawatirkan kelangsungan bisnisnya di Sumut.

Dia menyebutkan, pemadaman listrik tahun ini semakin sering terjadi sejak Juli 2013 mengakibatkan proses produksi industri terganggu dan banyak kontrak kerja yang tidak terpenuhi.

Hingga kini defisit listrik sekitar 400 MW dari kebutuhan industri yang sebesar 800 MW .

Sementara pasokan gas di Sumut juga menurun drastis dari 29,54 mmscfd menjadi 7 mmscfd.

“Kondisi krisis energi ditambah infrastruktur lainnya yang jauh dari memadai itu sangat disesali. Pemerintah harus mengatasi agar tidak terjadi kerugian besar termasuk bagi pemerintah,” katanya.

Industri yang hengkang akan menimbulkan PHK yang membuat pengangguran bertambah serta kurangnya penerimaan retribusi atau pajak dan bahkan menekan pertumbuhan ekonomi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mengungkapkan bahwa pada triwulan III-2013, pertumbuhan ekonomi Sumut hanya sebesar 5,95 persen atau melambat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 6,07 persen.

Padahal sebenarnya peluang perkembangan industri di Sumut sangat besar didukung sumber daya alam yang cukup bagus.

“Sayang kalau industri hengkang dan investasi nihil karena realisasi investasi di tahun ini hingga triwulan III dilaporkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sudah melampaui target atau mencapai Rp10,425 triliun,” katanya.

Firsal menyebutkan salah satu daerah yang diincar pengusaha Sumut untuk relokasi industrinya adalah Riau dan Kepulauan Riau.

Kepala BKPM Sumut Purnama Dewi mengakui krisis energi di daerah itu sudah mengkhawatirkan.

Oleh karena itu, kata dia, Pemerintah Provinsi Sumut harus terus mendesak PLN, PGN, Pertamina hingga Pemerintah Pusat untuk turut mengatasinya. (MD/Ant)