YPI: Siswa Masih Mengalami Kekerasan di Sekolah

Ilustrasi foto: worldpress

Medan, Sayangi.com – Ketua Divisi Anak dan Perempuan Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) Elisabet Juniarti menilai kekerasan yang terjadi di sekolah masih terabaikan, padahal itu menunjukkan cermin dunia pendidikan yang masih belum memberikan kepentingan terbaik bagi siswa.

“Seharusnya anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temannya di sekolah,” katanya di Medan Jumat (15/11) menanggapi masih maraknya kekerasan di sekolah yang dilakukan guru terhadap muridnya.

Menurut dia, kekerasan yang dilakukan pendidik terhadap anak didiknya sudah bertentangan dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam pasal 3 UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang seharusnya mampu menciptakan suasana pendidikan yang menyenangkan, kreatif dan dialogis dengan siswanya.

“Sekolah sebagai sarana bagi anak untuk mengembangkan potensi dirinya, cerdas, berakhlak mulia, pengendalian diri dan berkepribadian,” katanya.

Ia meminta sebagai pendidik, guru dituntut harus bersikap profesional dalam mendidik generasi penerus bangsa, dan tanggung jawab tersebut sudah sewajarnya diberikan, mengingat sudah sedemikian besarnya perhatian yang diberikan oleh negara untuk meningkatkan kesejahteraan pendidik.

Sudah saatnya bagi pemerintah, masyarakat, keluarga, orang tua dan dunia pendidikan menyadari pentingnya pendidikan anak yang harus dimulai sedini mungkin, mulai dari balita, anak-anak, remaja dan dewasa nantinya.

Karena anak-anak yang dididik dalam suasana kekerasan, hanya akan menghasilkan generasi masa depan dengan kualitas pendendam dan kurang percaya diri.

“Maka sudah selayaknya, lembaga sekolah harus dibersihkan dari segala bentuk kekerasan,” katanya.