Hari Ini Wilfrida Disidang, Banyak Tokoh ke Malaysia

Jakarta, Sayangi.com – Hari ini, Minggu (17/11) pukul 09.00 waktu setempat akan kembali digelar sidang lanjutan Wilfrida Soik di Mahakamah Tinggi Kota Bharu Kelantan Malaysia. Dalam sidang kali ini akan disampaikan bukti pembelaan atas dakwaan jaksa yang meminta vonis mati.

Salah satu bukti-bukti baru tersebut adalah hasil “Bone-age Examination” (Pemeriksaan sains medis untuk menentukan umur tulang manusia). Eksaminasi dilakukan untuk membuktikan bahwa Wilfrida adalah korban dari perdagangan manusia (Human Traficking), di mana pada saat dia pertama kali dipekerjakan oleh majikannya yang bersangkutan adalah di bawah umur. Selain itu, tim pengacara Wilfrida Soik yang ditunjuk KBRI akan mengajukan kembali pemeriksaan ulang psikiatrik setelah sidang tanggal hari ini.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri Tatang B Razak dalam siaran pers menyampaikan bahwa sidang kali ini digelar sesuai permintaan dari beberapa media dan LSM.

“Menurut tim pengacara, bahwa hakim tidak akan mengeluarkan putusan pada sidang tersebut, namun hakim akan menetapkan tanggal sidang berikutnya,” ujar Tatang.

Sidang Wilfrida hari ini menarik perhatian beberapa tokoh nasional untuk mencoba langkah diplomasi sekaligus memberikan dukungan moral kepada TKI asal NTT tersebut. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sudah terbang ke Malaysia sabtu (16/11) sore. Selain itu rombongan dari Timwas TKI DPR RI sudah lebih dulu tiba di Malaysia. Mereka adalah Adang Darajatun (Ketua Delegasi Timwas/Wakil Ketua Timwas), Poempida Hidayatulloh (Wakil Ketua Timwas), Rieke Diah Pitaloka (Anggota Timwas), dan Pius Lustrilanang (Anggota Timwas)

Hakim Mahkamah Kota Bharu pada sidang tanggal 30 September 2013 telah menangguhkan hukuman mati terhadap Wilfrida dan meninjau kembali sejumlah bukti yang bisa meringankan Wilfrida. Dalam persidangan yang berlangsung dalam waktu 30 menit itu, majelis hakim mengabulkan sejumlah permohonan pihak pengacara Wilfrida. Permohonan yang dikabulkan yakni uji tulang untuk membuktikan usia secara medis, uji psikologis oleh ahli yang disepakati oleh jaksa dan tim pembela Wilfrida, serta pemberian data audio dan video semua proses persidangan di Mahkamah untuk dijadikan transkrip sebagai bahan bagi tim pembela Wilfrida.