Hakim Malaysia: Wilfrida Harus Tes Kejiwaan

Foto: migrantcare

Kota Bharu, Sayangi.com – Pengadilan di Kota Bharu, Kelantan, Malaysia memerintahkan agar Wilfrida Soik, tenaga kerja asal Indonesia yang terancam hukuman mati, menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Perintah ini dikeluarkan dalam persidangan yang berlangsung kurang lebih satu jam di Kota Bharu, hari Minggu (17/11), yang dipimpin Hakim Datuk Ahmad Zaidi Ibrahim. Pemeriksaan kejiwaan diajukan oleh pengacara Wilfrida, Tan Sri Muhammad Shafee Abdullah, dalam persidangan sebelumnya, kata kantor berita Malaysia, Bernama.

Dalam sidang hari Minggu ini pengacara juga menegaskan, Wilfrida masih di bawah umur ketika peristiwa majikannya terbunuh.
Fakta ini penting karena jika terbukti ia masih di bawah umur, dengan sendirinya ia tidak bisa dijerat dengan undang-undang pidana untuk orang dewasa.

Wilfrida, pembantu rumah tangga asal Nusa Tenggara Timur, didakwa membunuh majikannya, Yeap Seok Pen (60 tahun), di Kampung Lubok Tapah, Pasir Mas pada 7 Desember 2010. Berdasarkan hukum pidana Malaysia, pelaku pembunuhan jika dinyatakan terbukti bersalah bisa dijatuhi hukuman mati.

Kasus Wilfrida menarik perhatian di Indonesia dan sejumlah politisi hadir di persidangan di Malaysia. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar juga mengatakan telah melobi pemerintah Malaysia dalam upaya membebaskan Wilfrida dari ancaman hukuman mati. Sidang akan dilanjutkan kembali pada 29 Desember. (MSR/BBC)