Negara Berutang Rp 2.276 Triliun, Wajib Pajak Disalahkan

Foto: Setkab

Jakarta, Sayangi.com – Tingginya angka wajib pajak yang lalai membayar pajak disebut-sebut sebagai penyebab utama tingginya hutang Pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, kekurangan pembiayaan itu akhirnya dibiayai Pemerintah lewat utang.

Utang Indonesia per Oktober 2013 telah mencapai Rp 2.276,98 triliun. Jumlah tersebut terus meningkat dikarenakan oleh bertambahnya utang untuk pembiayaan beberapa pos belanja Pemerintah, salah satunya adalah belanja di sektor infrastruktur.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Fuad Rahmany mengungkapkan, angka belanja yang tinggi membutuhkan pemasukan yang besar pula. Kurangnya penerimaan pajak mengakibatkan pemerintah harus mengutang untuk membiayai belanja negara. “Utang negara semakin naik. Belanja tinggi sementara yang bayar pajak kurang sekali. Mau dibiayai pake apa belanja, selain utang,” tutur Fuad di Seminar Penguatan Politik Perpajakan Untuk Mendukung Daya Saing Nasional, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (2/11).

Menurut dia, masih kurangnya infrastruktur nasional menuntut pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur. Pembiayaan belanja pembangunan infrastruktur ini, akan terkendala dengan kelalaian wajib pajak yang terjadi selama ini. “Ada juga yang berkeluh, ‘kita ‘kan sudah bayar, kok enggak dapat apa-apa’. Ini terjadi karena orang yang lalai bayar pajak masih banyak. Coba kalau semua orang bayar pajak, kita bisa bangun infrastruktur lebih baik,” ujarnya.

Dia menuturkan, perbaikan dan pembangunan infrastruktur ke arah yang lebih baik dan berguna bagi kesejahteraan rakyat sangat tergantung pada kesadaran wajib pajak untuk melaksanakan kewajibannya membayar pajak. (MSR)