Kejar Setoran, Karyawan Ditjen Pajak Dilarang Cuti

Foto: Sayangi.com/Dok

Jakarta, Sayangi.com – Langkah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang melarang pegawainya mengambil cuti dan pulang pada pukul 17.00 WIB setiap hari, merupakan langkah kongkrit Ditjen Pajak untuk meningkatkan enforcement terhadap penerimaan pajak.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany mengungkapkan, peningkatan layanan lewat kemudahan dan kenyamanan kepada para wajib pajak saja tidak cukup untuk mendorong penerimaan pajak lewat pemenuhan kewajiban membayar oleh wajib pajak.

“Kita buat mudah dan nyaman pelayanannya saja tidak cukup. Kita bangun kantor yang baik, yang nyaman dan mempermudah proses pembayaran, itu tidak cukup untuk membuat orang sadar. Tidak cukup untuk menaikan tingkat penerimaan,” tutur Fuad dalam acara Seminar Penguatan Politik Perpajakan Untuk Mendukung Daya Saing Nasional di Holtel Bidakara, Jakarta, Kamis (21/11).

Menurut dia, langkah tersebut perlu didukung dengan usaha dan upaya mengingatkan para wajib pajak untuk membayar pajak. Dia menuturkan, kecanggihan teknologi tidak memiliki kemampuan untuk mengingatkan wajib pajak melakukan kewajibannya. “Kita butuh enforcement. Pelayanan yang baik dan enforcement. Dua hal ini harus di-combine. Komputer dan sarana teknologi lain tidak mampu mengingatkan dan mendorong wajib pajak membayar pajak,” pungkasnya. (MSR)