Zainudin Amali: Rapimnas Golkar Solid dan Fokus Bahas Pileg

Foto: Sayangi.com/Opak

Jakarta, Sayangi.Com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur Zainudin Amali optimis, Rapimnas Partai Golkar di Jakarta pada 22-23 November akan berjalan lancar dan fokus mengevaluasi mesin partai untuk memenangkan Pemilu Legislatif 2014.

“Seluruh jajaran partai dari pusat sampai daerah, saat ini sedang solid-solidnya dan bergairah untuk memenangkan Pemilu 2014,” katanya, dalam percakapan dengan Sayangi.Com, Kamis (21/11) malam, usai acara ramah tamah di kediaman Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB).

Menurut Zainudin, rapimnas Golkar kali ini adalah rapimnas terakhir menjelang Pemilu 2014. Agenda utamanya adalah mengevaluasi mesin partai dan perkembangan di masing-masing daerah dalam menghadapi Pemilu Legislatif 2014.

Ia mencontohkan kesiapan Golkar Jatim. Tiga bulan lalu, elektabilitas Golkar Jatim hanya 7 persen, atau terendah se-Indonesia. Berdasarkan hasil survey 2 hari lalu, elektabilitas Golkar Jatim meningkat menjadi 13 persen.

Jika semua jajaran partai kompak, dan program yang sudah dirumuskan berjalan dengan baik, Zainudin yakin Golkar Jatim akan dapat memenuhi target dari DPP untuk meraih 20 persen suara pada Pemilu 2014.

Usung Duet ARB-Soekarwo

Menurut Zainudin, sesuai AD/ART Rapimnas Golkar hanya diikuti oleh jajaran DPP, Ormas pendukung Golkar, dan pimpinan DPD Provinsi. Rapimnas tidak akan membahas calon presiden (capres) karena pada Rapimnas terdahulu sudah menetapkan ARB sebagai capres Partai Golkar. Masalah calon wakil presiden juga tidak akan dibahas, karena ARB sudah diberi mandat untuk menetapkan siapa cawapres yang akan menjadi pendampingnya.

Meskipun begitu, menurutnya, Golkar Jatim dalam pandangan umumnya akan mengusulkan secara resmi nama Gubernur Jatim Soekarwo untuk mendampingi ARB.

“Ini hasil rapat yang melibatkan 38 pimpinan DPD II Golkar se-Jatim. Saya akan sampaikan agar diinventarisir oleh DPP sebagai cawapres ARB,” ujar Zainudin.

Wakil Ketua Komisi VII DPR ini menyebut 3 alasan mengapa Golkar Jatim secara bulat mengusulkan nama ARB-Soekarwo sebagai duet ideal yang saling melengkapi.

Pertama, ARB adalah tokoh pengusaha yang kaya dengan pengalaman memimpin berbagai organisasi dunia usaha sejak HIPMI sampai KADIN. Sedangkan Soekarwo adalah pemimpin yang meniti karir dari dunia birokrasi. Dua latar belakang itu akan saling melengkapi.

Kedua, figur Soekarwo yang berasal dari Jawa akan menjadi penyeimbang ARB yang berasal dari luar Jawa. Apalagi, lanjut dia, Soekarwo yang lebih dikenal dengan sebutan Pakde, dinilai mampu mewakili masyarakat Jawa yang tersebar di Tanah Air.

Ketiga, ARB dilahirkan dan tumbuh dalam lingkungan kelas menengah atas. Sedangkan Soekarwo lebih dikenal sebagai figur yang dekat dengan kalangan menengah bawah.

Zainudin mengakui bahwa Soekarwo sendiri belum menyatakan kesediaan saat DPD Golkar Jatim meminangnya untuk diduetkan dengan ARB. Sikap itu, menurut Zainudin, bisa dipahami karena Soekarwo adalah Ketua DPD Partai Demokrat Jatim.

“Tapi politik ini kan dinamis, pada saatnya nanti Partai Golkar bisa bicara dengan ketua majelis tinggi Partai Demokrat,” ujar Zainudin optimis.

Zainudin juga menepis isu adanya perpecahan di tubuh Golkar berkaitan dengan masalah pencapresan. Isu perpecahan itu cuma wacana yang dikembangkan di luar. Soal pencapresan Pak JK (Jusuf Kalla) juga masih sebatas wacana.

“Sedangkan Bang Akbar (Tandjung), sepanjang saya ikuti saat keliling di Jatim, justru memotivasi para kader Golkar untuk kompak dalam berjuang agar memenangkan pileg dan pilpres. Saya tidak dengar satu katapun, beliau meminta agar pencapresan ARB dievaluasi,” ujar Zainudin.