Sebut Menlu RI Mirip Bintang Porno, Abbot Diminta Pecat Textor

Foto: screenshot The Age

Melbourne, Sayangi.com – Pernyataan tak senonoh yang disampaikan oleh penasehat senior Partai Liberal Australia, Mark Textor telah menuai kecaman keras baik di Indonesia maupun di dalam negeri Australia sendiri. Media ternama Australia yang bermarkas di Melbourne, The Age, menggelar polling online tentang langkah yang seharusnya diambil oleh PM Tony Abbott terhadap Mark Textor.

Jajak pendapat yang ditutup pada 21 November tersebut hanya menanyakan satu hal kepada responden, yaitu: Haruskah Tony Abbott memecat Mark Textor? Hasilnya, 90% responden menjawab IYA, dan sisanya 10% menjawab TIDAK. Total responden hingga polling ditutup berjumlah 10.351 orang.

Meski hasil polling tersebut tidak bisa digenaralisasi untuk mewakili pendapat seluruh rakyat Australia, namun dapat dijadikan gambaran betapa pernyataan seorang politisi dari partai yang sedang berkuasa itu sangat tidak sopan tidak pada tempatnya. Karenanya, publik Australia -setidaknya mereka yang terlibat dalam polling- menginginkan sikap tegas Tony Abbot agar memecat Mark Textor.

Selain itu, Mark Kenny, Kepala Koresponden Politik Fairfax Media menulis opini di The Age dan menyebut komentar Mark Textor tersebut sangat memalukan. Ia juga menggambarkan kemarahan yang terus berkembang di Indonesia yang disebutnya dapat menjadi masalah nyata bagi Abbot.

“Komentar tersebut sebenarnya jelas memalukan, terutama bagi koalisi pemerintahan yang sebenarnya terhubung begitu erat” tulis Mark Kenny.

Seperti diberitakan, Penasehat PM Abbot yang juga tokoh Partai Liberal, Mark Textor menghina Menlu RI Marty Natalegawa sebagai seorang yang lebih mirip bintang film porno. Komentar panas Mark Texor tersebut disampaikan melalui akun twitter.

“Australia dituntut minta maaf oleh cowok yang perawakannya menyerupai bintang film porno tahun 1970-an,” twit Marx Textor seperti dikutip The Age, Rabu (20/11).

Selain itu Marx juga mengkritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengkomunikasikan kemarahannya melalui microblogging Twitter.

“Kepala negara macam apa yang berkomunikasi dengan kepala pemerintahan negara tetangganya melalui twitter?,” kicaunya.

Baik Marty Natalegawa secara pribadi maupun Pemerintah Indonesia tidak menanggapi pernyataan Mark Textor tersebut. Namun media massa di kedua negara sama-sama mengecam pernyataan yang tak sepatutnya disampaikan oleh seorang politisi senior. (S2)