Kemenpera Sebar Rumah Layak Huni di Tasik

Foto: kemenpera.go.id

Tasikmalaya, Sayangi.com – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menyediakan rumah layak huni bagi warga Tasikmalaya, Jawa Barat. Program ini tertuang dalam Pameran Rumah Rakyat di Asia Plaza, Tasikmalaya, yang diselenggarakan mulai dari 20 – 24 November 2013.

Pameran ini diselenggarakan oleh Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan Kementerian Perumahan Rakyat (BLU-PPP Kemenpera) dengan mengambil tema Penyediaan Rumah Layak Huni melalui Program KPR-FLPP, bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Pembukaan pameran dilakukan oleh Pemimpin BLU-PPP Kemenpera, Dyah Tjahjani Saraswati. Dalam pidato sambutannya Dyah mengatakan bahwa Program KPR FLPP adalah hasil kerjasama antara Kemenpera  dengan 8 Bank Umum Nasional.

“Program itu kita tujukan untuk makin mempermudah akses pemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui pemberian suku bunga tetap sebesar 7,25 persen untuk masa tenor 20 tahun atau jauh lebih ringan bila dibandingkan dengan KPR Komersial”, ujar Dyah yang dikutip dalam laman resmi Kemenpera.

Lebih jauh lagi Dyah mengatakan bahwa pameran rumah rakyat ditujukan untuk memfasilitasi komunikasi, sinergi dan sinkronisasi antar para pengembang dalam meningkatkan kualitas pembangunan perumahan, bagi MBR.

Dyah juga berharap melalui pameran ini diharapkan dapat dicetuskan langkah terobosan yang inovatif pada pengembangan rancang bangun perumahan layak huni dengan memanfaatkan sumber daya efisien serta penggunanan metoda konstruksi, arsitektur dan bahan bangunan yang sesuai dengan tuntutan kemajuan zaman, namun dengan harga yang tetap terjangkau.

Sementara itu, Asisten Dua Bidang bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Kota Tasikmalaya, Roni Mulyawan, yang hadir mewakili Walikota Tasikmalaya mengatakan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab untuk menjadi fasilitator, memberikan bantuan dan kemudahan kepada masyarakat.

“Selain itu, pemerintah juga dapat melakukan penelitian dan pengembangan yang meliputi berbagai aspek yang terkait dengan tata ruang, pertanahan, prasarana lingkungan, industri bahan dan komponen, jasa kontruksi dan rancang bangun”, papar Roni.

Roni menambahkan bahwa penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman perlu dukungan anggaran yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara, anggaran pendapatan belanja daerah, lembaga pembiayaan atau swadaya masyarakat.

Di Kota Tasikmalaya sendiri tutur Roni, ada sekitar 4.000 lebih rumah tangga yang belum memiliki rumah. “Oleh karena itu, perlu dicarikan langkah-langkah dan kebijakan pemerintah agar masyarakat bisa mendapatkan rumah murah”, ujar Roni.(kemenpera.go.id)