PN Aceh Vonis Dukun Sekeluarga, Pelaku Pencabulan Anak

Foto: Sayangi.com/Afifuddin

Banda Aceh, Sayangi.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh menjatuhkan vonis pada dukun cabul yang melibatkan seluruh keluarganya.

Menurut Hakim di dalam persidangan, satu keluarga yang terdiri dari M Isa dan Ros (suami-isteri) serta kedua anak laki-lakinya Riki dan Dedi terbukti melakukan tindakan cabul terhadap anak tentangganya,  pelajar kelas 4 SD pada tahun 2009.  Perbuatan ini melanggar Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Putusan itu menjatuhkan sanksi kepada M Isa dan Ros (suami-isteri) masing-masing 6 tahun penjara, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, 9 tahun penjara. Sedangan kedua anak, Riki divonis 8 tahun dan Dedi divonis 7 tahun, lebih ringan dari tuntutan JPU 10 tahun penjara.

Persidangan yang berlangsung terbuka di bawah pengawalan ketat pihak kepolisian ini dipimpin oleh hakim ketua Syahrul Rizal, Sayed Husen dan Akhmad Nakhori selaku hakim anggota.

Meski dikawal, Ros, usai divonis sempat mengamuk di dalam ruang persidangan. Bahkan Rosdiana sempat membanting meja JPU dan bahkan papan nama yang bertuliskan jaksa, pecah dibanting oleh terpidana. Tetapi kemudian Ros diamankan oleh pihak keamanan karena mengamuk.

Sesampai ke dalam ruang singgah di PN Banda Aceh. Rosdiana terus meronta dengan mengatakan ini sebuah putusan yang tidak adil. Menurutnya, dia  tidak melakukannya.

Untuk menenangkan Rosdiana, suaminya Muhammad Isa harus masuk ke dalam ruang tahanan wanita dan membujuk Ros agar tidak lagi mengamuk.

Sementara itu, kedua anak terpidana, Dedi dan Riki, mengatakan, kejadian ini hasil rekayasa keluarga korban (FR). “Ini semua rekayasa, kami tidak melakukannya,” kata Dedi yang juga dibenarkan oleh Riki.

Dedi menambahkan, ia bersama keluarganya akan terus mencari keadilan. “Kita akan terus menempuh hukum sampai titik terakhir,” tutur Dedi.

Dedi yang mengaku bisa mengobati malah mencabuli
Berdasarkan dakwaan JPU, peristiwa ini bermula dari Dedi yang mengaku dan berjanji bisa mengobati penyakit korban.

Dia mengajak korban ke rumahnya namun kemudian menggerayangi tubuh korban hingga ke bagian-bagian sensitif.

Dalam kesempatan lain, Ros bahkan tak mempermasalahkan suaminya, IMD, dan dua anak lelakinya, DI dan RS, turut mencabuli korban.

Menurut Syarifah Rosnizar, seorang jaksa penuntut umum, Saat dicabuli, korban tak sadarkan diri atau seperti terkena hipnotis.

Berdasarkan hasil visum di RS Bhayangkara, Banda Aceh, terungkap bahwa selaput dara korban tak utuh lagi akibat masuknya benda tumpul.

Sementara itu, seorang perempuan yang mengaku tetangga korban, mengungkapkan, sebenarnya masih banyak korban lain atas tindakan cabul keluarga ini. Namun, mereka tidak berani melapor dan takut malu.

Bahkan, katanya, korban pencabulan itu bukan hanya kalangan perempuan, melainkan juga lelaki. Keluarga ini dikenal berprofesi sebagai dukun dengan cara menghipnotis pasien atau korbannya. (VAL)