Marah dengan Istri, Anak Dibanting Hingga Tewas

beritajakarta.com

Ciracas, Sayangi.com – Entah setan apa yang merasuki pikiran Lambertus Langun (LL) hingga ia nekat membanting anak kandungnya sendiri Z yang masih berusia 1,5 tahun hingga tewas. Insiden tersebut terjadi ketika pelaku yang merupakan warga Jl Usman, RT 10/04 No 2, Kelapadua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur ini bertengkar dengan istrinya, Fatimah (21), Senin (2/12) pagi.

Pelaku yang tengah emosi tiba-tiba mengambil anak bungsunya yang sedang menangis di lantai. Dalam hitungan detik, pelaku langsung membanting anaknya hingga mengerang kesakitan.

Ironisnya usai kejadian, pelaku langsung pergi meninggalkan korban, begitu saja dengan ibu korban. Tinggalah korban bersama kakaknya, A (3) di dalam rumah. Keduanya menangis kencang hingga mengundang perhatian warga sekitar.

Hendrik (22), adik pelaku menuturkan, usai pulang kerja langsung ke rumah kakaknya mendapati dua keponakannya yang masih balita itu tengah menangis kencang. Ia pun menanyakan keberadaan orangtua kedua bocah itu kepada tetangga dan dikabarkan sudah pergi sejak pukul 07.00.

Karena merasa iba, maka Hendrik langsung menggendong Z. Bahkan ia sempat memberikan makan kepada kedua keponakannya itu. Setelah itu, ia mencari ibu korban ke rumah tetangga. Namun karena tidak ditemukan, ia pun kembali lagi ke rumah dan membereskan perabotan rumah yang berantakan.

“Namun setelah saya kembali sekitar pukul 15.00, ternyata Z sudah meninggal dunia,” ujar Hendrik, Selasa (3/12).

Korban langsung dimakamkan di TPU Cipayung, Jakarta Timur pada pukul 19.00. Ibu korban yang melihat kejanggalan kematian anaknya pun langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolres Jakarta Timur pada Senin malam. Sebab ia menduga anaknya itu meninggal lantaran dibanting oleh ayah korban. Atas dasar keterangan itu pula, pelaku Lambertus tadi malam langsung ditahan dan dijebloskan ke jeruji besi.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Jakarta Timur, AKP Endang mengatakan, ibu korban memang tadi malam melaporkan kejadian tersebut. Karenanya petugas langsung mengamankan pelaku. Untuk mencari bukti adanya penganiayaan tersebut, polisi pun rencananya siang ini akan menggali makam korban. Selanjutnya jasad korban akan dilakukan otopsi.

“Kami akan mendatangi keluarga dan meminta izin untuk menggali kembali makam Z di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelapa Dua Wetan. Tadi malam memang ibu korban melaporkan kalau kemarin melihat suaminya membanting anaknya,” ujar AKP Endang.

Pelaku sementara dijerat dengan Pasal 80 UU Nomor 23/2002, tentang Perlindungan Anak. Mengenai ancaman hukumannya, belum dapat diketahui. Sebab pihaknya masih menunggu hasil otopsi yang akan dilakukan siang nanti. (BJ)