Ajak Mesum 6 Anak, Seorang Ibu Dihukum 8 Tahun

Foto: fakrahasia.blogspot.com

Bengkulu, Sayangi.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu menjatuhkan pidana delapan tahun kurungan terhadap terdakwa kasus pencabulan anak di bawah umur yakni seorang ibu rumah tangga EM (40).

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan anak di bawah umur,” kata Ketua Majelis Hakim PN Bengkulu yang menangani kasus tersebut Wachid Usman, di Bengkulu, Selasa.

Selain pidana kurungan, terdakwa juga dibebankan denda sebesar 60 juta rupiah, subsider selama tiga bulan kurungan.

Terdakwa EM, melakukan hubungan intim layaknya suami istri dengan enam orang anak yang masih di bawah umur pada 19 April 2011 hingga 25 Januari 2013.

“Terdakwa terbukti dengan sengaja menggunakan bujukan tipu muslihat untuk mengajak korban melakukan hubungan,” kata Wachid.

Lebih lanjut majelis hakim memaparkan, terdakwa EM sebelum melakukan hubungan intim meminta korban untuk memijit atau mengerik di kamar rumah EM, dan seterusnya mengajak korban melakukan perbuatan asusila tersebut sebagai imbalannya.

Vonis majelis hakim tersebut lebih ringan dari yang dituntut oleh jaksa penuntut umum pada sidang sebelumnya yakni selama 12 tahun penjara.

“Terdakwa menyesali perbuatannya dan berterus terang mengakui perbuatannya, kasus ini membuat terdakwa depresi, serta terdakwa juga menjadi tulang punggung keluarga,” kata Wachid membacakan pertimbangan meringankan terdakwa EM yang merupakan orang tua tunggal dari tiga orang anak.

Pada persidangan sebelumnya, JPU PN Bengkulu Yordan Mahendra Betsy memaparkan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan persetubuhan terhadap anak yang masih di bawah umur sebagaimana diatur pada Pasal 81 ayat 2 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sesuai keterangan terdakwa di persidangan, terdakwa telah sering melakukan persetubuhan dengan korban.

“Dengan De (14) terdakwa telah sering melakukannya, dengan Rk (13) terdakwa telah melakukan sebanyak lebih dari 30 kali, sedangkan dengan Ce (17), Ed (12) dan Da (14) masing-masing satu kali, bersama Ta (14) tiga kali,” katanya.

Lebih lanjut JPU menjelaskan, pada saat itu terdakwa melakukan tindakan tersebut karena suami terdakwa Ms (alm) dalam keadaan sakit dan tidak mampu lagi memberikan nafkah batin.

Setelah putusan hakim, saat meninggalkan ruangan persidangan EM jatuh pingsan sehingga terpaksa dibawa kembali ke ruangan untuk mendapatkan perawatan.

Sebelumnya, kasus asusila yang dilakukan EM terhadap anak di bawah umur terkuak ketika salah seorang dari orang tua korban melaporkan terdakwa ke pihak kepolisian pada April silam.

Salah satu orang tua korban, pada saat melaporkan EM menerangkan bahwa sebanyak enam orang anak menjadi korban perilaku asusila terdakwa. (ANT)