Properti Tersendat Sebab Harga Rumah Naik 25% Per Tahun

Ilustrasi foto:

Semarang, Sayangi.com – DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah menyebutkan, harga rumah setiap tahun mengalami kenaikan sebesar 25 persen. Salah satu sebabnya, melelemahnya kurs rupiah yang berujung mahalnya harga bahan bangunan.

“Kenaikan harga 25 persen tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, diantaranya karena melemahnya rupiah sehingga bahan bangunan naik, kenaikan suku bunga, semakin mahalnya harga tanah, serta adanya perbaikan mutu dari pengembang,” kata Wakil Ketua Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi DPD REI Jawa Tengah Dibyo K Hidayat di sela acara “Expo REI” ke-10 di Mal Citraland Semarang, Kamis (5/12).

Faktor lain yang menyebabkan kenaikan harga rumah, lanjut Dibyo, adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang menyumbang kenaikan hingga lima persen. Sementara untuk harga lahan memberikan sumbangan sekitar 60 persen terhadap harga penjualan rumah. Untuk harga material yang terpengaruh melemahnya rupiah adalah semen dan besi, karena ada kandungan kedua bahan bangunan tersebut yang didatangkan dari luar negeri.

Kenaikan harga rumah tersebut, lanjut Dibyo, berdampak pertumbuhan properti di Jawa Tengah tersendat. Jika setiap akhir tahun transaksi dalam REI Expo selalu tinggi, di akhir tahun ini diharapkan dapat mencapai transaksi seperti tahun lalu sebesar Rp 70 miliar.

“REI Expo tahun ini, kami menargetkan transaksi dapat mengejar pada angka Rp 70 miliar. Apalagi pada pameran ini masih ada kesempatan bagi pembeli untuk mendapatkan beragam hadiah seperti mobil, sepeda motor, dan hadiah lainnya,” katanya. Panitia, tambah Dibyo, menyediakan seluruh hadiah tersebut untuk mereka yang melakukan transaksi pada REI Expo selama 2013 dan pengundian direncanakan dilakukan pada awal 2014.

Anggota DPD REI Jateng Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi Juremi menambahkan harga rumah yang dipamerkan dalam REI Expo berkisar dari Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar. (MSR/ANT)