Pengembang Properti Harus Cari Cara Manfaatkan Pemilu

Foto: rentballooncom

Jakarta, Sayangi.com – Sektor properti perlu mengambil kesempatan yang bisa diperoleh terkait penyelenggaraan Pemilu tahun 2014, agar sektor tersebut tidak stagnan seperti diperkirakan sejumlah pihak.

“Sebagian pihak melihat kegiatan Pemilu 2014 akan berdampak pada pasar properti yang akan membuat pasar “wait and see”, kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, Minggu (8/12). Menurut Ali, sikap menunggu tersebut dilakukan kalangan pebisnis, termasuk di sektor properti guna mengantisipasi sambil melihat perkembangan arah politik nasional yang lebih jelas.

Namun di sisi lain, Indonesia Property Watch melihat kegiatan politik menjelang Pemilu 2014 dapat dijadikan momen yang sangat baik untuk para pengembang. Ia berpendapat, para pengembang bisa berupaya dalam menggenjot penjualan perumahan dan propertinya di segmen menengah bawah, paling tidak dalam triwulan pertama tahun 2014.

Hal itu, ujar dia, karena adanya pembelanjaan dana dari kegiatan partai dari mulai pembuatan kaos, bendera, dan atribut partai lainnya, serta pemasangan iklan dan sosialisasi yang diperkirakan dapat mencapai puluhan miliar. “Belum lagi kampanye yang dilakukan para caleg yang juga akan berdampak terhadap ekonomi daerah, meskipun dalam jangka waktu yang pendek,” katanya.

Meskipun berpotensi mendapat guyuran dana pembelanjaan partai, namun Ali juga mengingatkan bahwa konsumen menengah bawah terbebani naiknya suku bunga KPR yang telah mencapai di atas 10,5 persen dan kesulitan pemenuhan uang muka. Untuk itu, pengembang perumahan menengah bawah dan perbankan diminta dapat menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasinya.

Sebagaimana diberitakan, konsultan properti internasional Cushman & Wakefield menyatakan hunian hotel di wilayah DKI Jakarta diperkirakan meningkat pada tahun 2014 yang juga bersamaan dengan digelarnya Pemilu dan membaiknya iklim pariwisata.

“Permintaan kamar hotel di Jakarta diperkirakan akan terus positif di tahun mendatang, dengan peningkatan jumlah pelancong bisnis, seminar, eksibisi, konperensi serta tamu jangka pendek dan menengah diharapkan hadir selama periode Pemilu Indonesia tahun 2014,” kata Senior Associate Director Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo.

Sebelumnya, Indonesia Property Watch mengingatkan perlambatan ekonomi di Indonesia sebagai dampak krisis global berpotensi menurunkan permintaan di sektor properti termasuk perumahan sehingga pengembang dan konsumen harus bijaksana menyikapinya. “Selain adanya perlambatan pertumbuhan harga properti, kami memperhitungkan adanya kemungkinan penurunan permintaan sebesar minimal 20 persen di 2014,” kata Ali Tranghanda. (MSR/ANT)