Kemenpera Akan Bangun 250 Ribu Unit Rumah

Antara

Medan, Sayangi.com – Kementerian Perumahan Rakyat pada tahun 2014 berencana membangun 250.000 rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh wilayah Indonesia.

“Jumlah ini meningkat dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2013, yakni sebanyak 121 ribu unit,” Asisten Deputi Kerjasama Pembiayaan dan Investasi Kementerian Perumahan Rakyat, Rifaid M Nur di Medan, Selasa (10/12).

Itu ia katakan pada seminar internasional tentang inovasi dalam teknologi dan kebijakan untuk perumahan yang terjangkau.

Lebih lanjut ia mengatakan melalui program rumah murah tersebut, masyarakat berpenghasilan rendah diharapkan mampu membeli tempat tinggal dengan lebih ringan, baik cicilan per bulan maupun uang mukanya.

Program pembangunan rumah sederhana tersebut, kata dia, memakai dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan suku bunga yang cukup ringan dan atau suku bunga tidak ada perubahan selama masa kredit.

“Dengan nilai jual yang murah dan relatif kecil, tentunya menjadi solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan rumah yang layak dan sesuai,” katanya.

Sementara Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum Prof Anita Firmanti mengatakan perubahan mendasar dalam kondisi demografi, ekonomi, sosial, sangat mempengaruhi pembangunan perumahan perkotaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan yang cepat dari populasi dan urbanisasi yang terus meningkat, berdampak pada kebutuhan perumahan yang semakin meningkat pula.

Sementara dana pemerintah terbatas untuk membangun infrastruktur, termasuk perumahan publik dan pendapatan masyarakat juga menghadapi beban yang cukup berat untuk memenuhi kebutuhan perumahan yang terjangkau dan sesuai.

Oleh karena itu perlu adanya teknologi inovatif dan sangat penting artinya adanya kebijakan pembangunan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat.

Melalui seminar ini diharapkan para peneliti, akademisi, pakar dan pejabat pemerintah dapat berbagi informasi dan pengetahuan bagaimana memecahkan masalah perumahan untuk rakyat yang murah.

“Sehingga pertanyaan utama yang akan dibahas dalam seminar ini, yakni apakah inovasi dalam teknologi dapat membuat perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat terjawab,” katanya. (MD/Ant)