Menlu AS Desak China Bebaskan Peraih Nobel

www.norway-un.org

Washington, Sayangi.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry , Senin (9/12) mendesak China membebaskan peraih hadiah Nobel Perdamaian Liu Xiaobo saat penulis dan aktivis itu lima tahun mendekam dalam penjara.

Sehari menjelang acara Hadiah Nobel Perdamaian d Norwegia, Kerry juga mendesak China membebaskan istri Liu, Liu Xia dari tahanan rumah dan menyatakan cemas atas tindakan keras Beijing terhadap para aktivis lainnya termasuk penggiat anti-korusi Xu Zhiyong.

“Kami mendesak pihak berwenang China membeaskan Liu Xiaobo, mengakhiri tahanan rumah terhadap Liu Xia dan menjamin Liu Xiaobo dan keluarganya bagi perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan yang diakui internasional,” kata Kerry dalam satu pernyataan.

Sementara menyerukan bagi satu “hubungan yang konstruktif” dengan negara Asia itu, Kerry mengatakan: “Kami tetap yakin bahwa penghormatan bagi hak-hak asasi manusia internasional adalah penting bagi pertumbuhan, kesejahteraan dan stabilitas jangka panjang China.

Liu ditahan tahun 2008 setelah memelopori Charter 08, satu petisi bagi perlindungan lebih luas hak asasi manusia pada masyarakat komunis itu.Pada tahun berikutnya, ia dijatuhi hukuman 11 tahun penjara karena tindak subversi.

China marah atas keputusan komite Nobel untu memberikan penghargaan yang bergengsi itu kepada Liu, dengan pihak berwenang berusaha memblokir berita itu dan menempatkan istrinya dalam tahanan rumah.

Para pendukung Liu menyatakan kekhawatiran mereka bahwa tekanan akan berangsur mereda terhadap China untuk membebaskan Liu.

Seorang pengacara bagi pemenang Nobel Perdamaian itu bulan lalu mengatakan bahwa ia akan mengajukan banding atas vonis itu. (MD/Ant)

Pada Ahad, 15 Desember, upacara pemakaman akan diselenggarakan di rumah Mandela dan tempat peristirahatan terakhirnya di Qunu, Eastern Cape.

“Ia tidak mudah mengemukakan perasaan. Jika sesuatu menyentuh hatinya, ia akan mengatakan ‘ya Tuhan apa yang sudah saya lakukan’ kemudian tutup mulut.” (MD/Ant)