Daniel Kundjono Adam Direktur Komersial Baru Indocement

Foto: Indocement

Citeureup, Bogor, Sayangi.com – Produsen semen “Tiga Roda” PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mengumumkan Daniel Kundjono Adam sebagai Direktur bidang Komersial yang baru pada salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia itu.

“Penunjukan sebagai direksi telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan, yang diselenggarakan di Jakarta pada Jumat (6/12) 2013,” kata Sekretaris Perusahaan Indocement Sahat Panggabean di Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) itu telah dilakukan pengubahan susunan anggota direksi karena pengunduran diri pejabat sebelumnya, yakni Nelson Borch sebagai Direktur bidang Komersial per 6 Desember 2013.

Dengan keputusan RUPSLB tersebut, katanya, maka susunan anggota direksi perseroan sejak rapat ditutup sampai dengan 31 Desember 2013, maka Direktur Utama Daniel Lavalle, Wakil Direktur Utama Franciscus Welirang Sedangkan posisi direktur adalah Kuky Permana, Hasan Imer, Tju Lie Sukanto, Ramakanta Bhattacharjee, Daniel Kundjono Adam, Benny S. Santoso dan Daniel R. Fritz.

Ia menjelaskan, sebelum menjadi Direktur Komersial, Daniel Kundjono Adam telah menjalani karir di anak perusahaan antara lain Direktur PT Indomix Perkasa (2001-2002), Direktur Stillwater Shipping Corporation Kemudian, lulusan Master of Business Administration, Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen Jakarta (1989) itu, menjalani sejumlah karir di Indocement sebagai Assistant Section Chief – Factory Administration, Distinct Indonesia Cement Enterprise (1981-1989), Acting Domestic Department Head (1989-1997), Marketing Vice Division Manager (1997-2000), Domestic Marketing Division Manager (2000-2002), dan Sales Marketing Division Manager (2002-sekarang).

Pada akhir Mei 2012, Daniel Kundjono Adam juga menggagas acara dengan tema “Cinta Keluarga Tiga Roda” — di mana sebanyak 9.000 orang mitra PT Indocement akhirnya mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di kawasan Sentul.

Rekor MURI yang diperoleh sebagai rangkaian “Indocement Award 2012” itu diberikan untuk kategori “Temu Keluarga Toko Bahan Bangunan Terbanyak Sambil Bermain Angklung Bersama”, yang diserahkan langsung oleh pimpinan MURI Jaya Suprana.

Menurut Sahat Panggabean, Indocement saat ini sedang membangun unit produksi ke-14 yang dijadwalkan selesai pada kuartal ketiga 2015.

Unit produksi dengan nilai Rp5,5 triliun hingga Rp6,5 triliun itu dibangun di lingkungan Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor dengan menggunakan teknologi terkini.

Menurut dia, unit produksi ke-14 itu akan menjadi kilang terbesar di Indonesia yang akan menambah kapasitas produksi Indocement sebesar 4,4 juta ton/tahun.

“Dengan demikian total kapasitas produksi kami nantinya akan mencapai 25 juta ton per tahun,” katanya.

Dari 12 pabrik yang ada saat ini, yakni sembilan pabrik berada di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, dua pabrik berada di Kompleks Pabrik Palimanan, Cirebon, dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan, total kapasitas produksinya sebesar 18,6 juta ton semen per tahun. (ant)