Inilah 14 Kasus Ayah Perkosa Anak Kandung Sepanjang 2013 (1)

Istimewa

Sayangi.com – Sepanjang tahun 2013 begitu googling dengan kata kunci “ayah perkosa anak kandung” terdapat ratusan data yang bermunculan. Setelah dicermati hingga googling di halaman ke-lima, ternyata ada sekitar 14 kasus perkosaan ayah terhadap anak kandungnya.

Bila dicermati, rata-rata korban berusia antara 11-17 tahun, bahkan ada yang kurang dari itu. Ironisnya pula, karena pelaku adalah tulang punggung keluarga, ada satu kasus yang istrinya memohon agar pelaku diampuni dengan alasan anaknya masih kecil-kecil.

Nah berikut ini 14 Kasus perkosaan ayah terhadap anak kandungnya sendiri sepanjang 2013, agar tidak melelahkan tulisan dibagi dalam 3 bagian.

Kasus 1
Pontianak, 11 Juni 2013
RJ Perkosa Tiga Anak Perempuannya

RJ, seorang pria paruh baya di Pontianak tega memperkosa 3 anak kandungnya. Akibat perbuatannya, 2 diantaranya hamil. Sang ayah bejat ini juga memaksa kedua anaknya yang hamil untuk menggugurkan anak kandungnya. Tak sanggup menerima perlakuan sang ayah, RM, sang anak melaporkan kasus pemerkosaan ini ke polisi.

Perilaku bejat RJ membuat RM hamil dan di usia tujuh bulan kandungannya lahir prematur. Namun anak yang dikandungnya sudah meninggal dunia. Tak kuat menanggung malu RM kabur dari rumahnya desa Kualadua, Kabupaten Kuburaya, Kalimantan Barat.

RP dan RO kakak beradik juga menjadi korban. RP juga menangguang aib karena keguguran akibat perbuatan ayahnya. “Setelah keguguran saya minta berhenti tapi bapak ngancam,” ungkap RP.

SS terpukul melihat anaknya diperkosa ayahnya sendiri. Suaminya memang diakuinya sering melihat film porno. Tidak tahan dengan perilaku suaminya yang brutal itu, akhirnya SS menggugat cerai suaminya.

RJ kini sudah ditangkap polisi dan harus mempertanggung-jawabkan perbuatan biadabnya.

Kasus 2
Bitung, 28 Juni 2013
Acer Perkosa Anak Kandung Sebanyak 7 Kali

Seorang Ayah di Kota Bitung, Sulawesi Utara, tega memperkosa anak kandungnya sendiri yang baru lulus dari sekolah dasar (SD). Aksi bejat pelaku, Acer, 41 tahun dilakukan sebanyak tujuh kali.

Acer melakukan aksinya saat ibu kandung korban berada di tempat kerja. Saat itulah pelaku memperkosa SM (12), anak kandungnya sendiri.

Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan musibah yang dialaminya kepada orang tua baptisnya. Awalnya SM takut melaporkannya lantaran diancam sang ayah.

“Saya takut menceritakan kejadian ini pada ibu, saya diancam ayah jika melaporkan peristiwa yang saya alami ini, ayah akan memukul saya” ujar korban SM, Jumat 28 Juni 2013.

Kepala kepolisian Sektor Bitung Barat, Komisaris Polisi Theo Wurangian, membenarkan jika Acer ayah kandung dari korban SM melakukan tindakan pemerkosaan. “Ya benar, tersangka saat ini sudah ditahan. Berdasarkan keterangan korban, ia telah diperkosa sebanyak tujuh kali oleh Acer” ujar Kapolsek.

Acer dicokok oleh polisi di terminal Tangkoko Kota Bitung, siang tadi. “Ayah korban (pelaku) berprofesi sebagai sopir trayek Bitung-Manado” imbuhnya.

Secara terpisah, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Arist Merdeka Sirait mengutuk kelakuan bejat sang ayah kandung korban.

“Ini sangat jahat, harusnya sang ayah itu melindungi anaknya, bukan memperkosanya. Kami minta polisi untuk menjerat dengan pasal hukuman yang sangat berat terhadap tersangka,” kata Arist dengan nada tegas.

Kasus 3
Karawang, 5 September 2013
SK Hamili Anak Kandung

SK (45) warga Kabupaten Karawang, tega memperkosa anak kandungnya sendiri hingga hamil tujuh bulan. Perbuatan hina ini, kerap dilakukan pelaku saat istrinya SN (31), tertidur pulas.

Mengetahui anak gadisnya hamil, SN mendesak siapa yang menghamilinya. Awalnya korban takut dengan ancaman ayahnya. Setelah didesak alangkah kagetnya kalau pelaku adalah suami sekaligus ayah kandung korban.

SN pun bergegas melaporkan suaminya ke Polsek Karawang, Jalan Surotokunto, Kabupaten Karawang. Dalam laporannya, SN mengaku perbuatan itu dilakukan pelaku sejak Januari 2013.

Kasus 4
Klungkung, 19 September 2013
Ayah perkosa anak kandung hingga melahirkan

DP (45), warga Klungkung, Bali, tega meniduri anak kandungnya sendiri hingga hamil dan melahirkan seorang anak. Perbuatan keji itu dia lakukan DP di rumah kos mereka, Denpasar, sejak 2009.

“Anak korban saat ini sudah melahirkan dan anaknya sudah berusia dua tahun,” ujar Kanit PPA Polresta Denpasar AKP Yohana Agustina, kepada wartawan, Kamis (19/9).

Ditambahkan dia, penangkapan tersangka berawal saat sang anak sudah tidak kuasa menahan malu dan aib. Dengan diantar aparat desa Pemogan, Denpasar, korban melaporkan ayahnya ke Polresta Denpasar.

Berdasarkan pemeriksaan petugas, hubungan badan yang dilakukan tersangka terhadap anaknya ini sudah dilakukan sejak korban berusia 16 tahun. “Tersangka berdalih melakukan hubungan intim dengan anaknya itu agar penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun bisa sembuh,” terang Yohana.

Korban yang selama ini tinggal bersama ibu tirinya, karena ibu kandungnya sudah meninggal, mengalami trauma dan depresi berat. Dan kini korban terpaksa diungsikan untuk tinggal bersama kerabatnya. (BERSAMBUNG)