Inilah 14 Kasus Ayah Perkosa Anak Kandung Sepanjang 2013 (2)

Istimewa

Sayangi.com – Sepanjang tahun 2013 begitu googling dengan kata kunci “ayah perkosa anak kandung” terdapat ratusan data yang bermunculan. Setelah dicermati hingga googling di halaman ke-lima, ternyata ada sekitar 14 kasus perkosaan ayah terhadap anak kandungnya.

Bila dicermati, rata-rata korban berusia antara 11-17 tahun, bahkan ada yang kurang dari itu. Ironisnya pula, karena pelaku adalah tulang punggung keluarga, ada satu kasus yang istrinya memohon agar pelaku diampuni dengan alasan anaknya masih kecil-kecil.

Nah berikut ini 14 Kasus perkosaan ayah terhadap anak kandungnya sendiri sepanjang 2013, agar tidak melelahkan tulisan dibagi dalam 3 bagian.

Kasus 5
Medan, 6 Oktober 2013
Akibat Curhat Telat Datang Bulan

Puluhan warga Jalan Gaharu, Gang Sekolah, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur mengamuk dan menghajar seorang warga bernama Bambang Sutoyo (45) yang tega memperkosa anak kandungnya sendiri NU (14) hingga hamil 3 bulan, Minggu (6/10/2013) siang.

Tersangka yang telah babak belur akhirnya diserahkan ke Mapolresta Medan untuk diproses. Informasi dihimpun, terungkapnya kasus ini saat korban menceritakan aib yang menimpanya kepada seorang warga bernama Ningsih, Sabtu (5/10) malam.

Kepada Ningsih korban mengeluh sudah empat bulan tidak mendapat menstruasi. Mendengar pengakuan korban, Ningsih lalu memeriksa air seni korban menggunakan alat pengetes kehamilan.

“Saat diperiksa dengan tespack ternyata positif hamil. Ningsih tidak percaya dan membawanya ke klinik untuk membuktikannya. Ternyata dokter membenarkan korban sudah hamil tiga bulan,” timpal Sony Hidayat, Kepala Lingkungan VIII, Kelurahan Gaharu. Warga akhirnya menginterogasi NU untuk memberitahu siapa yang menghamilinya.

Setelah dibujuk berulang-ulang, NU akhirnya buka mulut. Dan alangkah terkejutnya warga saat NU mengatakan yang menghamilinya adalah ayahnya sendiri, Bambang.

Korban mengakui telah diperkosa ayahnya sejak 6 bulan yang lalu dan telah berpuluh kali dipaksa melayani nafsu bejat tersangka. “Sudah berpuluh kali ayah melakukannya,” ujarnya sambil tertunduk.

Dijelaskannya, pemerkosaan dilakukan ayahnya setiap pagi saat ibunya sedang pergi bekerja. “Pagi ibu pergi kerja, Kadang saat pulang sekolah juga ayah memaksa saya. Saya sering dipukul kalau tidak mau menurut dan bahkan diancam bunuh kalau melawan dan melaporkan ini pada ibu,” ujarnya.

Kasus 6
Sukoharjo, 7 Oktober 2013
Diduga Stres, Pelaku Tak Ditangkap

Setelah ditinggal istrinya pisah ranjang, JM (30) yang pengangguran stres berat. Anak kandungnya K (7) pun jadi pelampiasan nafsu bejatnya. Kendati kasusnya sudah dilaporkan ke polisi, namun JM dibiarkan bebas. Diduga, polisi menganggap JM stres berat.

Terungkapnya kasus itu setelah korban sering mengeluh merasa sakit di bagian alat vitalnya. Dengan polos korban menyebutkan yang membuatnya sakit akibat perbuatan bapaknya.

Keluarga pun curiga dan melakukan visum ke rumah sakit. Hasilnya memang benar K telah menjadi korban perkosaan. Seketika itu pula keluarga korban melaporkan kasusnya ke polisi.

Namun selang beberapa hari kemudian pelaku dilepas. Diduga hal ini dilakukan karena pelaku mengalami stres berat. “Diajak komunikasi saja sulit,” ujar Sugino.

Kasus 7
Surabaya, 7 Oktober 2013
Punya Dua Istri, Anak Kandung Masih Diembat

Bejat betul apa yang dilakukan Wanto warga Jalan Indrakila, Tambaksari, Surabaya. Bagimana tidak? Pria 35 tahun yang berprofesi petugas kebersihan ini tega menggauli dua anak kandungnya yang masih di bawah umur.

Akibat perbuatan itu, Wanto harus meringkuk di jeruji tahanan Mapolrestabes Surabaya.

Kepada Petugas, pria yang sudah menikah dua kali ini mengaku khilaf saat melakukan perbuatan bejatnya itu. Rupanya, dari hasil pemeriksaan sejak bulan Juli 2013. Petugas menduga, tersangka tergoda dengan putrinya, karena memang tidur sekamar.

“Dari hasil pemeriksaan atau penyidikan sudah beberapa kali, sejak bulan Juli sampai September 2013, karena mereka satu kamar dengan anaknya,” tambah Fery.

Tersangka memaksa korban melakukan hubungan badan. Dua korban pencabulan ini merupakan anak kandung tersangka dari ibu yang berbeda.

Korban SL adalah anak kandung dari istri pertama yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu. Kemudian, korban SP adalah anak kandung dari istri yang kedua. Kasus ini terungkap, setelah dua korban itu menceritakan ke bibi korban yang tinggal tak jauh dari rumah tersangka.

Kasus 8
Sukabumi, 25 Oktober 2013
Berkat Laporan Suami

Tidak terima atas pengaduan istrinya yang mengaku delapan kali diperkosa ayah kandungnya, alias mertuanya sendiri, Dadang -bukan nama sebenarnya- pada 16 Oktober 2013 melaporkan ES ke polisi.

Tak lama berselang, Polres Sukabumi Kota pun membekuk pelaku yang tega memperkosa anak kandungnya sendiri. Tersangka yang berinisial ES ini kini ditahan di Mapolres Sukabumi Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Peristiwa perkosaan itu terjadi di rumah tersangka. Diduga, pelaku sudah sebanyak delapan kali melakukan perkosaan kepada anaknya yang berumur 17 tahun tersebut.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Hari Santoso kepada wartawan mengatakan, pelaku dan anak kandungnya masih tinggal dalam satu rumah yang sama. Anaknya tersebut baru saja menikah pada 5 September 2013 lalu. Namun, meskipun sudah menikah, anaknya itu masih tinggal di rumah orang tua.

Dikatakan Hari, dari hasil penyelidikan, pelaku melakukan pemerkosaan sebanyak delapan kali terhadap korban. Anaknya tidak bisa melawan karena diancam oleh ayah kandungnya itu.

Kasus 9
Medan, 30 Oktober 2013
Terbongkar Karena Sperma Berceceran

AGS (34) jelas bukan seorang ayah yang patut dijadikan panutan. Pasalnya, berkali-kali AGS menggauli anak kandungnya sendiri hingga kasusnya terbongkar setelah istrinya menemukan ceceran lendir di sprei dan handuknya.

Kini, ungkap Kapolsek Pancurbatu kompol Darwin Sitepu, tersangka sudah ditangkap di kediamannya. Meski ada perlawanan, tersangka tetap berhasil diamankan. “Ada perlawanan dari warga. Karena tersangka selama ini dikenal pribadi yang baik,” kata Darwin.

Dia menjelaskan, setelah warga mengetahuinya, barulah pelaku bisa dibawa dan malahan orang kampung tersebut mengusirnya. Apalagi ada warga yang akan menghakimi pelaku atas perbuatan bejadnya.

Darwin Sitepu, mengungkapkan, terbongkarnya perbuatan pelaku karena istrinya, Susiana Boru Ginting curiga dengan perubahan putrinya tersebut. Kecurigaan berawal saat Susiana boru Ginting yang pulang dari bekerja di pasar, menemukan cairan lendir (sperma) berserakan di kamarnya dan ada juga yang menempel di handuk. Dari sinilah semuanya terbongkar.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Bunga yang baru berusia 14 tahun mengaku kepada ibunya setelah diintrogasi. Berdasarkan pengakuan korban, pelaku sudah sejak enam bulan yang lalu menjalankan aksinya meniduri korban di kamarnya sendiri saat istri pelaku bekerja ke pasar.

“Korban diancam bunuh sama pelaku kalau memberitahukan perbuatan ayahnya sama orang lain,” ucapnya. (BERSAMBUNG)