Inilah 14 Kasus Ayah Perkosa Anak Kandung Sepanjang 2013 (3)

Istimewa

Sayangi.com – Sepanjang tahun 2013 begitu googling dengan kata kunci “ayah perkosa anak kandung” terdapat ratusan data yang bermunculan. Setelah dicermati hingga googling di halaman ke-lima, ternyata ada sekitar 14 kasus perkosaan ayah terhadap anak kandungnya.

Bila dicermati, rata-rata korban berusia antara 11-17 tahun, bahkan ada yang kurang dari itu. Ironisnya pula, karena pelaku adalah tulang punggung keluarga, ada satu kasus yang istrinya memohon agar pelaku diampuni dengan alasan anaknya masih kecil-kecil.

Nah berikut ini 14 Kasus perkosaan ayah terhadap anak kandungnya sendiri sepanjang 2013, agar tidak melelahkan tulisan dibagi dalam 3 bagian.

Kasus 10
Bekasi, 1 November 2013
Sadis, Perkosa Hingga Tewas

Amuk, 45, ayah yang tega memerkosa dan membunuh putri kandungnya di Bekasi mengaku menyesali perbuatannya. Akibat tindakan biadabnya, Amuk kini harus menghabiskan masa tuanya di penjara.

Amuk, menjadi tersangka kasus tewasnya putri kandungnya, Ayumi, 17, gadis kelas XI di SMAN Tarumajaya Bekasi. “Saya menyesal. Anak kandung saya meninggal di tangan saya sendiri,” ucap Amuk, Kamis (31/10).

Diberitakan sebelumnya, semula kematian Ayumi, warga Tarumajaya, Bekasi, tidak dilaporkan keluarganya ke polisi. Warga curiga dengan kematian Ayumi karena tubuhnya banyak luka lebam, kemaluannya juga rusak. Warga pun melapor ke polisi. Setelah 24 hari dikubur, makam Ayumi dibongkar polisi (Pos Kota, 31/10).

Amuk yang sehari-hari bekerja sebagai office boy di pabrik, mengaku menodai putri sulung dari tiga anaknya itu lantaran istrinya, Siti Jahroh, sudah lama tak melayaninya. Ia memerkosa dan membunuh anaknya pada pada Senin (7/10) dinihari.

Kasus 11
Bekasi, 4 November 2013
Akibat Lama Menduda

Mulanya ibu kandung korban curiga, kenapa sebut saja Teratai selalu murung. Setelah didesak sambil menangis Teratai mengaku kepada ibunya telah disetubuhi ayah kandungnya FOS. “Ibu kandung korban yang akhirnya melaporkan kasus ini kepada kami,” ujar Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Iptu Sumantri, Senin (4/11).

Polresta Bekasi bergerak sigap membekuk FOS yang sudah lama bercerai dari istrinya. Tindakan bejat FOS terhadap anak kandungnya itu terjadi di Perumahan Kota Serang Baru (KSB) Desa Simajaya, Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Kepada penyidik, Teratai mengaku sudah dua kali disetubuhi bapaknya sendiri. “Tersangka sudah kami tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tutur Kanit PPA, Senin (4/11/2013).

Teratai mengakui pertama kali disetubuhi bapak kandungnya pada Desember 2012 lalu. Perbuatan tak senonoh diulangi lagi oleh tersangka di rumah korban positif mendapatkan perlakuan asusila dari bapaknya sendiri.

Kasus 12
Tegal, 07 November 2013
Bermula dari Curhat di Ponsel

Bermula dari curhat di Ponsel yang dibaca tantenya, Mudirah, kasus perkosaan ayah tehadap putri kandungnya di Tegal itu terbongkar. Mudirah pun segera melaporkan kejadian itu ke pamannya sekaligus memanggil korban.

Isi curhatan dalam ponsel itu, korban mengaku sudah bosan dengan hidupnya yang selalu menjadi pelampiasan nafsu setan bapak kandungnya, peristiwa perkosaan ayah terhadap anak kandung di Tegal itu terbongkar.

Keluarga menanyakan langsung kepada korban, apakah hal itu benar atau tidak. Korban akhirnya mengaku telah diperkosa berulangulang oleh ayah kandungnya. Mendengar pengakuan itu, keluarga geram dan melaporkan kasus itu ke Polsek Kramat.
Kembang, sebut saja begitu, mengaku tidak bisa berkutik karena diancam akan dibunuh bila tidak mau melayani hasrat bapaknya. Kembang pun harus rela menyerahkan keperawanan kepada bapak kandungnya sendiri. “Korban diperkosa bapak kandung sejak baru lulus MI (Madrasah Ibtidaiyah). Saat usianya masih 12 tahun,” ungkap Mudirah.

Pelaku perkosaan adalah R (45), warga RT 6 RW 3 Desa Kramat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Tindakan bejat itu dilakukan tersangka selama empat tahun. Kasus itu sudah ditangani Bagian Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tegal.

Ibu korban, Tarwih (45) pun kecewa dengan kelakuan suaminya. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, dan bahkan minta suaminya diampuni, sebab anaknya masih kecil-kecil. “Saya minta supaya secara kekeluargaan saja penyelesainnya,” ujarnya.

===
Kasus 13
Medan, 13 November 2013
Terbongkar Setelah Melahirkan

Seorang ayah di Medan, tega memperkosa anak kandungnya sendiri sehingga korban hamil dan melahirkan. Kejadian itu menimpa IN (17) siswi kelas 2 SMA, warga desa Kuta Meriah, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Barat.

Kejadian itu dilakukan oleh IN berulang-ulang, dan ironisnya kasus terkuak setelah korban melahirkan bayi laki-laki pada Sabtu (9/11) siang. IN dan adik lelakinya memang tinggal bersama ayahnya setelah sejak usia 2 tahun ibunya meninggal dunia.

Tapi tak lama menduda, setelah 2 tahun ayahnya menikah lagi. Sejak itu pengasuhan IN dan adiknya di bawah kendali ibu tiri.

Meskipun sering diperlakukan tidak adil, IN bertekad terus sekolah hingga SMA. Malapetaka datang saat dia kelas 2 SMA diperkosa ayah kandungnya hingga hamil.

IN diancam akan dibunuh kalau tidak melayani nafsu bejat ayahnya, dan IN diperkosa sebanyak empat kali.

===
Kasus 14
Bandung, 12 November 2013
Foto Dulu Sebelum Diperkosa

AA memang benar-benar biadab. Setelah melampiaskan dua kali nafsu bejatnya terhadap anak kandungnya yang masih 11 tahun, di rumah kos-kosan Sekaloa, Bandung, pada 12 November 2013, masih sempat-sempatnya AA memotret adegan jorok ke ponselnya.

Anehnya lagi, tersangka mengakui perbuatan itu akibat dendam kepada istrinya yang juga ibu kandung korban. Kepada penyidik, tersangka mengakui menjemput korban dari rumah neneknya sekitar pukul 14.30. Sejam berselang, ayah dan anak ini tiba di kamar kos tersangka di Gang Flamboyan, Jalan Sekeloa. Di kamar itu, korban menonton televisi.

Setelah itu, tersangka mengganti acara televisi dengan memutar video mesum dan memaksa korban menontonnya. Korban yang menolak akhirnya dipaksa dan ditelanjangi oleh tersangka. Saat tak berpakaian itu tersangka memotret tubuh korban.

Tersangka pun membuka retseltingnya dan memaksa korban melakukan oral sex. Tak puas dengan itu, akhirnya tersangka menggesek-gesekkan vibrator ke kemaluan korban dan dua kali menyetubuhinya.

Polisi telah menyita barang bukti berupa ponsel, alat seks vibrator, pisau dapur, tisue bekas, keping DVD dan alat pemutarnya. Selain itu juga disita baju tidur, kaus, dan celana dalam milik korban. (TAMAT)