PT PGN Tanam 10 Ribu Bibit Pohon di Bantul

bumn.go.id

Yogyakarta, Sayangi.com – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk bersama usaha kecil dan menengah binaan menanam sebanyak 10 ribu bibit pohon di kawasan Desa Kasongan, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Penanaman bibit pohon itu merupakan salah satu bentuk kepedulian Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui program energi baik, yakni Mitra Binaan PGN untuk Negeri dengan melakukan penghijauan untuk mengurangi emisi,” kata Direktur Keuangan PGN M Riza Pahlevi, Selasa (17/12).

Menurut dia, PGN memiliki komitmen tinggi untuk membantu mendorong penghijauan lingkungan di seluruh pelosok Indonesia. Sebagai salah satu wujud nyata komitmen tersebut, PGN bersama UKM mitra binaan mendorong penghijauan di kawasan Desa Kasongan.

Hal itu, kata dia, dilakukan dengan cara penanaman bibit pohon pada kegiatan Kasongan Art Festival (KAF) III 2013. Penanaman bibit pohon dilakukan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan PGN.

“PGN tahun ini memberikan 10 ribu bibit pohon yang digunakan untuk menghijaukan kawasan Desa Kasongan dan sekitarnya. Jenis bibit pohon yang ditanam antara lain jati, jenitri, albasia, damar, kelengkeng, jambu, dan rambutan dengan ukuran 70-100 cm,” katanya.

Ia mengatakan kawasan Desa Kasongan merupakan sentra kerajinan gerabah dan keramik yang telah berlangsung secara turun-temurun. Kasongan memiliki UKM yang berpotensi untuk berkembang karena didukung para seniman di bidangnya terutama di bidang kerajinan berbahan tanah liat.

“Sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi untuk para UKM mitra binaan, PGN mempunyai program bernama Mitra Binaan untuk Negeri dengan memberikan pelatihan dan mengikutsertakan dalam pameran bagi para mitra binaan,” kata Riza.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Bantul, Sunyoto mengatakan penanaman bibit pohon merupakan kegiatan luar biasa sebagai jawaban atas permasalahan lingkungan di bumi.

“Penanaman bibit pohon merupakan bagian dari upaya mencegah bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan tanah longsor. Kegiatan itu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan,” katanya.

Wakil Ketua KAF 2013, Sarji Wulandoro mengatakan pihaknya mengambil isu lingkungan pada tema KAF karena akhir-akhir ini degradasi lingkungan kian masif terjadi.

“Selain itu, keberadaan barang seni di Kasongan khususnya gerabah tidak lepas dari campur tangan alam, yakni tanah liat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menjaga kelestarian lingkungan sebagai bentuk rasa syukur,” katanya. (MD/Ant)