Selama 2013, di Semarang Ada 18 Ibu Hamil Positif HIV

Foto: mnn

Semarang, Sayangi.com – Dinas Kesehatan Kota Semarang menyebutkan laporan temuan kasus ibu hamil yang positif terjangkit virus HIV (human immunodeficiency virus) sepanjang 2013 sebanyak 18 orang.

“Pada rentang Januari-Juni 2013 ditemukan 10 orang, kemudian Juli-Desember 2013 ada delapan ibu hamil positif HIV. Jadi, totalnya 18 ibu hamil,” kata Kepala Dinkes Kota Semarang dr Widoyono di Semarang, Senin (30/12/2013).

Menurut dia, temuan HIV pada ibu hamil tersebut sebenarnya cukup mengkhawatirkan karena patut diduga mereka adalah kalangan ibu rumah tangga yang sebenarnya tidak pernah melakukan hubungan yang berisiko.

Ia mengatakan, mereka sebenarnya tidak “berdosa” dan tidak tahu apa-apa karena hanya melakukan aktivitas di rumah. Tetapi kemungkinan tertular penyakit tersebut dari suaminya yang pernah melakukan hubungan berisiko.

Meski demikian, kata dia, bayi yang dikandungnya belum tentu ikut tertular HIV, asalkan terdeteksi sejak dini dan dilakukan langkah penanggulangan untuk menghindarkan virus tersebut menular ke bayinya.

“Tidak mesti kalau ibunya kena HIV, kemudian bayinya juga kena. Risiko penularannya dari seluruh kasus ibu hamil yang kami temukan, hanya sekitar 30 persen yang tertular. Selebihnya negatif atau tidak tertular,” katanya, dilansir Antara.

Berkaitan dengan temuan kasus HIV/AIDS sepanjang 2013 secara keseluruhan, ia menyebutkan temuan kasus HIV mencapai 396 penderita, sementara temuan AIDS sebanyak 69 penderita, dan lima penderita di antaranya meninggal dunia.

Temuan kasus HIV/AIDS sepanjang tahun ini, kata dia, memang cenderung turun, mengingat temuan kasus HIV selama 2012 sebanyak 520 penderita, sementara AIDS 104 penderita, dan 12 penderita di antaranya meninggal dunia.

Ia mengingatkan meski temuan kasus baru HIV/AIDS turun, belum bisa dikatakan angka penderita penyakit tersebut turun karena kemungkinan kasus-kasus yang belum ditemukan atau yang belum melaporkan masih banyak.

Untuk wilayah persebaran kasus HIV/AIDS tertinggi di Kota Semarang yang ditemukan sepanjang 2013, kata Widoyono, berada di Kecamatan Semarang Timur, Semarang Utara, kemudian disusul Kecamatan Semarang Barat.

“Dari seluruh penderita HIV/AIDS yang ditemukan sepanjang 2013 itu memang bukan seluruhnya warga Kota Semarang, tetapi ada pula warga dari luar daerah. Namun, mereka bekerjanya di Kota Semarang,” katanya.