PT Semen Indonesia Tuntaskan Pabrik Pengepakan di Kalsel

www.skyscrapercity.com

Surabaya, Sayangi.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menyelesaikan proyek pembangunan pabrik pengepakan atau “packing plant” di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang rencananya mulai dioperasikan pada 9 Januari 2014.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto ketika dihubungi dari Surabaya, Minggu (5/1), mengatakan pembangunan pabrik pengemasan tersebut menghabiskan investasi lebih kurang Rp120 miliar dengan waktu pengerjaan sekitar satu tahun.

“Peresmian pabrik itu direncanakan pada 9 Januari mendatang. Keberadaan unit packing plant di Banjarmasin itu akan semakin memperkuat eksistensi dan ekspansi bisnis perseroan,” katanya.

Menurut ia, pembangunan pabrik pengemasan yang tersebar di sejumlah daerah merupakan bagian dari strategi perseroan agar bisa semakin dekat dengan konsumen.

Pabrik pengemasan Banjarmasin memiliki satu unit silo dengan kapasitas 600.000 ton semen pertahun, dilengkapi dua jalur pengantongan semen berkapasitas 2.200 kantong perjam dan satu jalur semen curah dengan kapasitas 120 ton perjam.

“Selain itu, pabrik tersebut juga dilengkapi dermaga yang bisa disandari kapal dengan kapasitas sebesar 5.000 DWT. Adapun silo berfungsi menampung semen sebelum masuk ke unit pengemasan,” tambah Agung.

Secara keseluruhan, badan usaha milik negara (BUMN) yang menguasai sekitar 44 persen pangsa pasar semen nasional itu, telah memiliki sebanyak 21 unit pabrik pengemasan yang tersebar di berbagai daerah, mulai Sumatera hingga Papua.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan “holding company” dari empat pabrik semen, yakni Semen Padang (Sumbar), Semen Gresik (Jatim), Semen Tonasa (Sulsel), dan Thang Long Cement Vietnam.

Hingga November 2013, Semen Indonesia membukukan penjualan di pasar domestik dan ekspor sekitar 23,41 juta ton atau mengalami kenaikan 14,6 persen dibanding tahun sebelumnya sejumlah 20,43 juta ton.

Direktur Utama PT Semen Indonesia Dwi Soetjipto saat paparan akhir tahun memperkirakan penjualan perseroan hingga Desember 2013 bisa mencapai 27,95 juta ton, dengan hampir separuhnya berasal dari penjualan Semen Gresik sekitar 13,64 juta ton.

“Posisi sebagai ‘market leader’ merupakan buah dari keunggulan produk yang dimiliki perseroan serta penerapan strategi pemasaran yang terpadu. Keberadaan pabrik pengemasan dan pelabuhan khusus yang tersebar di seluruh Indonesia juga sangat membantu dalam efisiensi, terutama biaya transportasi dan distribusi,” jelas Dwi Soetjipto. (MD/Ant)