Lamban Tangani Kasus Korupsi, Kejati Sumsel Dituntut Mundur

Foto: Sayangi.com/Ardhy

Palembang, Sayangi.com – Dinilai lamban menangani kasus korupsi di Sumsel, massa yang mengatasnamakan Sekretariat Gabungan LSM meminta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel mundur dari jabatannya.

“Jika dalam waktu sebulan kedepan pihak Kejati Sumsel tidak kunjung menyelesaikan kasus-kasus korupsi di wilayah Sumsel, sebaiknya Kejati mundur diri.” kata Andre, Kordinator Aksi Setgab LSM.

Dijelaskan oleh Andre, berbagai dugaan tindak korupsi yang terjadi di Sumsel seperti kasus pengadaan alat kesehatan CT Scan 64 Slice di RSU Palembang Bari yang menghabiskan anggaran mencapai 12,756 Milyar Rupiah (APBDT TA 2011) sejak 2012 hingga saat ini belum menemui titik terang.

Kasus CT Scan itu dinilai melanggar KEPMENKES No 1191 tentang sertifikasi alat-alat kesehatan. Selain itu, CV yang menangani proyek ini tidak dapat mengikuti proses lelang karena berdasarkan sertifikasi Sub PAK, yang berhak mengikuti lelang adalah PT bukan CV, tambah Andre.

Setgab LSM menduga pada kasus CT Scan ini telah terjadi suap senilai 500 juta yang di duga melibatkan oknum kejaksaan Tinggi Sumsel.

Selain itu, kata Andre, dugaan korupsi juga disinyalir pada penyaluran pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Banyuasin pada 2009 silam.

Demikian  pula kasus dugaan korupsi pada pengelolaan dana retribusi sampah di tahun 2007 silam yang terjadi di dinas kebersihan kota Palembang.

Selang setengah jam berunjuk rasa, mereka ditemui oleh Irdam Selaku asisten pidana Khusus Kejati Sumsel.

Irdam mengatakan, bahwa dirinya menyambut baik pengunjuk rasa dan menerima aspirasi pendemo sebagai koreksi pihak kejati, dan akan segera mungkin mempelajari dan memperkuat alat-alat bukti. “Kami terima dan pelajari terlebih dahulu untuk ditindaklanjuti,” tandasnya (VAL)