Polresta Pekanbaru Selediki Persetubuhan Sesama Pelajar

Pekanbaru, Sayangi.com – Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Riau, masih menyelidiki kasus dugaan pencabulan yang dilakukan L (14), pengangguran, terhadap pelajar Sekolah Menengah Pertama, SA (14).

Informasi dari kepolisian yang diterima wartawan di Pekanbaru, Sabtu (25/1), kejadian pencabulan itu berlangsung pada Selasa (21/1) sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat itu korban bersama pelaku berada di sebuah rumah toko yang berlokasi di Jalan Rajawali, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru.

“Waktu itu anak saya keluar rumah tanpa seizin saya dan ternyata menemui pelaku,” kata FY (33), ibu korban.

Dia yang melaporkan kasus tersebut ke pihak aparat kepolisian setempat.

Setelah pergi dari rumah, kata dia, pihaknya bersama anggota keluarga lainnya kemudian mencari SA.

“Kami menemukan dia (korban) sedang bersama tersangka tengah makan malam di kawasan tengah kota,” kata dia.

Pelapor kemudian mengaku membawa korban pulang ke rumah dan mengintrogasi secara kekeluargaan.

“Saat saya tanyai, anak saya ini mengaku telah melakukan hubungan badan layaknya suami isteri dengan pelaku,” katanya.

Mendapat informasi itu, pelapor kemudian mendatangi kantor polisi terdekat dan memberikan pengaduan secara resmi.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo mengaku telah mengetahui adanya laporan terkait perkara pencabulan itu.

“Kasusnya tentu akan ditindaklanjuti. Nantinya korban akan dimintai keterangannya, setelah itu baru pelaku,” kata dia.

Kasus pencabulan anak dibawah umur marak terjadi di Kota Pekanbaru.

Sebelumnya pada akhir 2013, warga Kecamatan Sail berinisial BP (38) ditangkap aparat dari Polres Kota Pekanbaru karena tega mencabuli P (13) putri kandungnya .

Informasi kepolisian menyebutkan, saksi yang melaporkan kasus itu tidak lain ibu kandung korban yang juga isteri sah pelaku.

Kasus pelecehan seksual dan pencabulan terhadap anak dibawah umur menurut catatan kepolisian setempat sudah berulangkali terjadi.

Pakar psikologi menyatakan, kekerasan atau tindak pelecehan seksual terhadap anak dapat mempengaruhi kondisi psikologi anak yang menjadi korbannya. (T.KR-FZR)