Polisi Tangkap Pelaku Pemukulan Anak Kandung dengan Linggis

Banjarmasin, Sayangi.com – Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin menangkap seorang ayah yang diduga melakukan pemukulan terhadap anak kandungnya sendiri.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin, Kompol Afner Juwono Sik di Banjarmasin, Sabtu (26/1) mengatakan, ditangkapnya pelaku karena adanya laporan polisi yang dibuat oleh anak kandungnya sendiri.

Akibat adanya laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan di lapangan, dan berhasil menangkap pelaku atas laporan tersebut.

Untuk pelaku yang ditangkap itu diketahui bernama H Syarwani (62) Warga Sungai Baru Kelurahan Sungai Baru Kecamatan Banjarmasin Tengah dan saat ini sudah dilakukan penahanan terhadap dirinya.

Pelaku ditangkap dirumahnya pada Jumat (24/1) malam, sekitar pukul 23.00 wita, dari laporan anak kandungnya pada Kamis (23/1) sore, sekitar pukul 15.00 wita di Polresta Banjarmasin.

“Pelaku itu kita tangkap karena melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri, dengan memukul menggunakan sebuah linggis dan barang bukti tersebut sudah kita amankan,” terangnya kepada Antara.

Sedang untuk anaknya sendiri yang melaporkan kejadian itu diketahui bernama Elisa Rahmawati Suryana (32) warga Pangeran Hidayatullah Rt 17 No 12 Kel. Banua Anyar Kec. Banjarmasin Timur.

Atas kejadian tersebut, Syarwani dijerat dengan pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penganiayaan, dan diancam dengan hukuman di atas lima tahun.

Untuk diketahui, Syarwani pelaku pemukulan sebelumnya ingin meminjam sepeda motor milik anaknya itu pada malam tahun baru lalu, namun hingga saat ini sepeda motor belum juga dikembalikan pelaku.

Saat ditanya korban, mengenai sepeda motor tersebut, pelaku langsung marah dan mengambil sebuah linggis kecil yang ada di belakang pintu dan langsung mengarahkan ke kepala korban.

Untung saja korban sempat menghindar dan menangkis pukulan ayah kandungnya itu dengan linggis dan korban hanya mengalami luka-luka di bagian tangan kiri.

“Atas keterangan dan laporan dari korban itu, dan dari hasil visum, terlihat adanya bekas penganiayaan, sehingga polisi dengan cepat menangkap pelaku dan dilakukan penahanan di rumah tahanan Polresta Banjarmasin,” ucap pria lulusan Akpol angkatan 2000 itu. (VAL/Ant)