REI Sayangkan Regulasi Perumahan Tidak Sinkron di Lapangan

Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Eddy Hussy menyayangkan berbagai regulasi perumahan kerap tidak sinkron dengan kenyataan di lapangan padahal pihaknya telah menyerahkan cetak biru pengembangan sektor perumahan.

“Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ternyata sulit diterapkan di lapangan,” kata Eddy Hussy dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Menurut dia, berbagai kebijakan yang dikeluarkan otoritas seperti Kementerian Perumahan Rakyat, Bank Indonesia, dan Badan Pertanahan Nasional justru semakin memperlambat pengembang dalam membangun perumahan.

Padahal, ia mengemukakan bahwa REI juga telah menyerahkan cetak biru sektor perumahan pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 akan melengkapinya dengan database perumahan nasional yang valid.

Ketua Umum REI memperkirakan bahwa meski terdapat banyak tekanan, tetapi para pengembang bakal tetap optimistis bahwa pada tahun politik ini sektor perumahan dapat terus positif.

Namun, ia mengakui kebijakan naiknya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia juga membuat perbankan menaikkan suku bunga kredit perumahan rakyat (KPR) sehingga memukul daya beli masyarakat.

Untuk itu, lanjutnya, REI minta Bank Indonesia mengkaji ulang penerapan tersebut atau setidaknya memberikan sejumlah kemudahan bagi pelaku sektor properti agar dapat tumbuh, misalnya dengan penerapan KPR inden (pembeli dapat memiliki rumah dengan kredit meski bangunan fisik masih belum ada). (MD/Ant)