Diperkosa Bergilir 15 Orang, Uang Damai Rp2 Juta

Bandarlampung, Sayangi.com – Setelah diperkosa 15 pria secara bersama-sama, seorang gadis yang berusia 14 tahun di Desa Bau, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, sulit diajak bicara. Namun setelah dibujuk oleh Nasrul dan beberapa warga di Desa Bau, akhirnya gadis ini mau juga bicara.

Berdasarkan keterangan korban, kata Nasrul, gadis ini diperkosa beramai-ramai di dua tempat berbeda di hari yang berbeda, dan hanya berselang beberapa hari.

Nasrul menuturkan, kejadian pertama, korban diajak oleh teman lelakinya di satu rumah di Desa PP Brawijaya, Lampung Timur. Ternyata di dalam rumah itu sudah ada pemuda sekitar 15 orang untuk menggilirnya.

Ketika itu, korban diberi minuman hingga mabuk dan diancam akan dibunuh jika tidak melayani mereka.

Karena korban diam saja dan tak ada perlawanan apa pun, lalu korban dipanggil lagi ke tempat berbeda, ke sebuah lapangan di Desa Purwosari, Lampung Timur. DI tempat ini dia dierkosa lagi

Atas permasalahan itu, tambah Nasrul, ia dan beberapa warga lain bersepakat menyampaikan perkara pelecehan seksual terhadap anak ini ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lampung Timur.

Sebelum tiba di LBH, Nasrul ditelepon oleh salah seorang anggoota dewan dari PDI-P untuk menemuinya yang juga menyatakan bisa membantu penyelesaian persoalan ini.

Ketika itu, korban tanpa didampingi keluarga inti lalu bertemu dengan sejumlah pelaku yang didampingi keluarganya dalam sebuah perundingan.

Uang damai Rp2 Juta
Dalam pertemuan itu terjadilah kesepakatan sepihak. Melalui anggota dewan tersebut, ternyata korban diberi uang senilai Rp 2 juta untuk biaya pengobatan, lalu korban dibawa ke Bandar Lampung.

Selang beberapa hari setelah itu, korban menelepon Kriting, warga yang rumahnya disinggahi korban ketika sakit parah. Korban mengaku dibawa ke Bandar Lampung oleh anggota dewan itu selama dua hari. Ia merasa tidak betah dan minta pulang.

Parahnya lagi, kata Nasrul berdasarkan pengakuan korban, selama di Bandar Lampung, korban tidak diobati. Bahkan, gadis kecil yang malang itu mengaku diajak memakai sabu oleh anggota dewan tersebut.