Kisah Inspiratif Pasangan Penari Cacat dan Video Pertunjukannya

www.youtube.com

China, Sayangi.com – Menari balet biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki paras rupawan serta tubuh yang sempurna. Namun apa jadinya apabila ada sepasang penari yang ternyata sama-sama memiliki kekurangan fisik. Mereka adalah Ma Li sang balerina profesional dan Zhai Xiao Wei. Ma Li sang perempuan tidak memiliki lengan kanan akibat di amputasi, sementara Wei tidak memiliki kaki sebelah kiri karena hal yang sama, yakni diamputasi. Ternyata dengan kekurangan yang dimiliki oleh keduanya, mereka masih tetap dapat berprestasi.

Kisah ini berawal dari Mali, seorang balerina profesional yang berasal dari Provinsi Henan, China. Ma Li sudah membangun karir menarinya sejak ia masih kanak-kanak. Namun ketika ia berusia 19 tahun, dirinya mengalami kecelakaan mobil yang mengharuskan lengan kanannya diamputasi. Ma Li benar-benar mengalami keterpurukkan saat itu bahkan Ma Li sempat mengurung diri selama berbulan-bulan di rumahnya, terutama setelah Ma Li kehilangan kekasihnya juga pasca tangannya diamputasi.

Namun berkat dukungan penuh dari kedua orangtuanya, perlahan tapi pasti Ma Li mulai bangkit dari keterpurukannya dan mulai mencoba menerima apa yang terjadi pada dirinya. Ma Li pun mulai belajar mengurus semua hal yang menyangkut dirinya dengan menggunakan satu lengan. Pada tahun 2001 Ma Li mulai kembali memutuskan untuk kembali ke dunia tari yang dicintainya. Namun ini bukanlah perkara mudah baginya yang hanya memiliki satu lengan ini. Dengan hanya menggunakan satu lengan, Ma Li secara otomatis kurang bisa menjaga keseimbangan tubuhnya, terutama ketika melakukan gerakan berputar.

Namun Ma Li tidak putus asa, ia tetap terus berusaha, hingga akhirnya dirinya bisa menyabet medali emas dalam kompetisi tari khusus untuk orang-orang cacat. Ma Li merasa mendapatkan kepercayaan dirinya kembali dan dukungan penuh dari orang-orang yang senasib dengannya pada kompetisi tersebut. Bermula dari situlah Ma Li mendapatkan dorongan motivasi dan rsa percaya diri yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Pada Tahun 2002, seorang laki-laki bernama Tao Li jatuh cinta kepada Ma Li dan merekapun menjalin kasih, meski pada awalnya Ma Li sempat ragu karena dirinya pernah ditinggalkan kekasihnya terdahulu akibat kecacatan yang dimilikinya. Setelah berusaha keras, akhirnya Tao Li mendapatkan izin resmi untuk menjadi agen Ma Li. Sambil berusaha mengembangkan diri dan usaha, keduanya bekerja sambilan sebagai pemeran figuran di berbagai lokasi syuting drama.

Pada suatu malam, ketika keduanya pulang larut malam dan harus menghabiskan banyak waktu untuk menunggu bus yang datang keesokan harinya, agar tidak terlalu kedinginan, keduanyapun menari. Pada saat inilah Tao Li mendapatkan ide untuk menciptakan sebuah tarian unik dan indah. Sebuah tarian khusus untuk Ma Li. Ma Li pun setuju dan sejak saat itulah mereka berdua mencari seorang pasangan penari pria untuk Ma Li dan koreografer.

Kisah Zhai Xiao Wei
Ada seorang pemuda yang ternyata juga memiliki kondisi kecacatan yang kurang lebih sama dengan Ma Li.  Nama pemuda tersebut Zhai Xiao Wei,  pada umur 4 tahun Wei harus kehilangan kaki kirinya akibat terjatuh dari sebuah traktor dan menderita cedera berat. Karena Wei masih terlalu kecil untuk mengetahui arti amputasi, maka sebelum diamputasi ayah Wei kecil bertanya pada putranya

“Apakah kamu takut?”. “Tidak,” jawab Wei. “Kamu akan banyak mengalami tantangan dan kesulitan,” kata sang ayah.

“Apakah itu tantangan dan kesulitan? Apakah rasanya enak?” tanya Wei.

Lalu sang ayah mulai menangis. “Ya, rasanya seperti permen kesukaanmu,” katanya. “Kamu hanya perlu memakannya satu persatu.” Setelah itu, sang ayah berlari ke luar ruangan.

Namun berkat dukungan dari kedua orang tua serta lingkungannya, Wei kecil tumbuh menjadi anak yang optimis, periang dan penuh semangat. Kemudian Wei menjadi seorang atlet yang aktif di berbagai cabang olahraga seperti lompat tinggi, lompat jauh, renang, menyelam dan balap sepeda.

Pertemuan Ma li dan Wei
Pertemuan Ma Li dan Wei terjadi pada bulan September 2005. Saat itu, Wei yang masih berusia 21 tahun sedang berlatih agar bisa tampil di kejuaraan balap sepeda nasional.

Ma Li melihatnya dan merasa dialah partner menari yang cocok untuknya. Ma Li berlari ke arah Wei dan mengajukan berbagai pertanyaan. “Apakah kamu suka menari?” Itulah pertanyaan pertama Ma Li. Wei terkejut sekali.

Bagaimana mungkin dia yang hanya punya satu kaki melakukan kegiatan seperti menari? Tidak hanya itu, pada saat itu Wei mengira bahwa Ma Li adalah perempuan bertubuh normal. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat pada saat itu Ma Li mengenakan lengan palsu dan pakaian khusus untuk menutupi cacat tubuhnya.

“Siapa namu kamu? Berapa nomor telepon kamu? Tinggal di mana?” begitu banyak pertanyaan Ma Li untuk Wei. Namun Wei hanya terdiam membisu.

Lantas Ma Li memberikan selembar tiket pertunjukan tari kepada Wei itu. Tawaran itu diterima. Dua hari kemudian, Wei berdiri terpesona di gedung pertunjukan tari. Ia sangat terkesan dengan tarian yang dipersembahkan Ma Li. Akhirnya, ia setuju untuk menari balet bersama.

Untuk itu Wei rela pindah ke Beijing untuk dapat berlatih bersama Ma Li. Mereka melakukan latihan setiap hari sejak pukul 8 pagi hingga 11 malam. Mulai dari melatih mimik wajah di depan cermin hingga berbagai gerakan tari. Keduanya benar-benar harus melalui berbagai masa sulit. Hal tersebut dikarenakan latar belakang Wei yang memang bukan seorang penari. Sementara Ma Li sendiri, adalah seorang penari yang perfeksionis.

Yang lebih menakjubkan adalah kesungguhan Ma Li untuk dapat menari bersama Wei, dirinya sampai rela dijatuhkan lebih dari 1000 kali, pada hari pertama berlatih “jatuh”.

Namun berkat kegigihan, kedua pasangan tari ini, tepatnya pada April 2007, berhasil menyabet medali perak pada lomba tari “4th CCTV National Dance Competition”.

Sejak saat itulah mereka berdua menjadi terkenal. Selain itu tarian yang mereka beri judul “Hand in Hand” ini menjadi inspirasi banyak orang. Dimana dengan berbagai keterbatasan yang mereka miliki, namun dengan niat gigih dan usaha yang keras mereka dapat mewujudkan hal yang terlihat tidak mungkin menjadi mungkin (berbagaisumber)