Indeks Melemah: Pengaruh Bursa Regional Masih Terasa

Ilustrasi foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (3/2) dibuka melemah 11,75 poin atau 0,27 persen ke posisi 4.407,01 dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,05 poin (0,41 persen) ke level 738,71, mengikuti bursa regional akibat pengurangan stimulus keuangan bank sentral AS (Fed).

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Senin mengatakan bahwa pergerakan indeks BEI cenderung melemah mengikuti bursa regional disebabkan oleh pengurangan stimulus keuangan AS dalam bentuk ‘quantitative easing’ (QE). “Laju bursa saham Asia terpengaruh pelemahan bursa saham AS dan Eropa setelah rilis hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada pekan lalu yang memulai ‘tapering off’ menjadi 65 miliar dolar AS per bulan,” katanya kepada Antara.

Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar modal domestik juga sedang mengantisipasi rilis data-data makro ekonomi dalam negeri yang akan dipublikasikan Badan Pusat Statistik pada awal pekan ini.

Sementara Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan, di tengah fase awal penarikan stimulus AS, maka prospek produk investasi negara berkembang cenderung kurang menarik. “Setidaknya asumsi itulah yang dipakai oleh mayoritas investor global,” katanya.

Menurut dia, kunci terpenting yang dapat memberikan ketenangan bagi pelaku pasar, stabilitas nilai tukar rupiah yang harus terjaga. Hal itu akan memberikan dukungan positif bagi tren IHSG BEI melaju ke area positif pada pekan ini. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng melemah 106,19 poin (0,48 persen) ke level 22.141,61, indeks Nikkei turun 213,01 poin (1,43 persen) ke level 14.701,19, dan Straits Times melemah 29,74 poin (0,98 persen) ke posisi 2.997,66. (MSR)