Pesimis Atasi Banjir, H. Lulung Minta Ahok Mundur Saja

Foto: istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Jakarta belum bisa bebas dari banjir. Hal ini yang bisa disimpulkan dari pernyataan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Terlebih di kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur. Mantan Bupati Bangka Belitung itu mengatakan, bahwa Kampung Pulo tak mungkin bisa terbebas dari banjir.

Pernyataan Ahok disampaikan terkait keberadaan warga di bantaran Sungai Ciliwung di kawasan Kampung Pulo pada Kamis (30/1).

“Kalau tidak punya duit, jangan maksa tinggal di pinggir kali. Sampai kiamat pasti banjir,” kata Basuki saat itu di Balaikota.

Pernyataan ini mendapat tanggapan tegas dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau yang lebih akrab disapa H Lulung. Menurutnya, sikap pesimis Ahok mencerminkan ketidak-siapannya menjadi pemimpin.

Rasa pesimitis ini jelas akan menular kepada bawahannya dan juga pada rakyatnya.

“Ahok bilang sampai kiamat banjir di Kampung Pulo, tidak akan pernah bisa diatasi. Ini pernyataan pesimis. Kalau pemimpinya sudah pesimis, lantas rakyat Jakarta minta pertolongan siapa lagi?,” katanya, Minggu (2/2) malam.

Mendengar pernyataan pesimis itu, Lulung pun meminta Ahok untuk mundur dari jabatannya sebagai wakil gubenur.

“Ya, kalau sudah pesimis seperti ini buat apa diterusin jadi Wagub, mending mundur saja,” tegas Lulung.
 
Pernyataan Ahok, menurut Lulung sangat menyakiti warga Kampung Pulo. Lulung pun mengatakan sudah banyak pengaduan yang diperolehnya dari warga Kampung Pulo kepada dirinya.
 
Sebelum menjabat Wakil Gubernur, kata Lulung,  Ahok pernah membuat kontrak politik dengan rakyat Jakarta. Kontrak politik itu diantaranya adalah akan menyelesaikan persoalan banjir.
 
“Setiap kampanyenya Ahok berkoar bahwa kalau terpilih jadi wagub dia berjanji akan menyelesaikan persoalan banjir. Tapi kenapa melihat banjir yang terjadi di Kampung Pulo, dia bilang banjir di sana sampai kiamat tidak akan pernah teratasi. Ini jelas dong pernyataan pesimis. Coba dia bilang seperti ini saat sebelum terpilih jadi wagub. Saya yakin rakyat Jakarta akan berpikir seribu kali untuk memilihnya,” ungkap Lulung.
 
Ditegaskannya, pernyataannya yang meminnta Ahok mundur dari jabatannya sebagai Wagub, bukan didasari atas sintemen pribadi karena dirinya pernah bersiteru dengan Ahok.
 
“Saya tidak pernah merasa bersiteru dengan Ahok. Kalau sekarang saya minta Ahok mundur dari Wagub, karena pernyataannya sebagai Wagub sudah menyakiti perasaan warga Kampung Polo,” terangnya.(GWH)