Oposisi Thailand Bawa Kisruh Pemilu ke Pengadilan

Foto: cnn.com

Bangkok, Sayangi.com – Pihak oposisi Thailand, Partai Demokrat, kini sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk membatalkan Pemilu hari Minggu (2/2) kemarin, dengan membawa masalahnya ke Mahkamah Konstitusi.

Ong-art Klampaiboon, Wakil Pimpinan Partai Demokrat mengatakan, partainya akan mengajukan permohonan ke pengadilan, segera melalui berbagai saluran, untuk membatalkan Pemilu tersebut. Dia juga minta pemerintah sementara untuk mencabut Surat Keputusan Darurat yang ia klaim telah berdampak negatif pada pariwisata, kepercayaan asing terhadap negara, dan perekonomian negara.

“Pemilihan umum diselenggarakan dan telah terbukti bahwa demonstrasi rakyat belum membuat insiden kekerasan, atau keadaan darurat. Keputusan Darurat tidak lagi diperlukan,” katanya. Ong-art mengatakan, Thailand belum mencapai resolusi untuk kebuntuan politik sekarang dan bahwa pemilu telah gagal di beberapa konstituen di ibukota Bangkok dan Thailand Selatan.

Dia menambahkan, pemerintah bersikeras akan maju dengan pemungutan suara dengan niat untuk tetap berkuasa selama mungkin, untuk mengklaim dukungan rakyat, dan untuk menggunakan hasil pemilu guna membenarkan pemerintahan di masyarakat internasional. Partai Demokrat, meskipun memboikot pemilu, akan tetap melanjutkan agenda politiknya perihal reformasi nasional dan mendorong partisipasi masyarakat.

Mahkamah Konstitusi pekan lalu menolak petisi oleh mantan anggota parlemen Demokrat Thaworn Senneam untuk membatalkan Keputusan Darurat, yang dikenakan sejak 22 Januari. (MSR)