Ahok Masih Pikirkan Cara Relokasi Warga Bantaran Kali

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan Pemprov DKI sedang memikirkan cara agar warga penghuni daerah rawan banjir bisa direlokasi ke wilayah yang lebih baik.

“Bagaimana memindahkan Anda ke tempat yang lebih baik,” katanya di Balaikota, Jakarta, Selasa (4/2).

Masalahnya, ujar Ahok, relokasi masih terkendala karena ketidakinginan warga sendiri. Menurut Ahok, warga terlanjur merasa memiliki ikatan batin dengan tempat yang selama ini ditinggalinya. Sehingga masyarakat baru mau pindah saat banjir terjadi.

“Nah ini soal persepsi. Saya juga kalau banjir tempat saya, tidak mau tinggal di tempat saya kalau WC nya belum mengambang. Saya gak mau pindah. Manusia secara sosial khan suka dengan rumahnya,” ujarnya.

Tapi, lanjut Ahok, pemerintah tidak punya pilihan lain. Menurutnya, relokasi menjadi suatu keniscayaan.

“Persoalannya sekarang kalau kita dengerin persepsi semua orang. Apakah anda mau membiarkan orang di tempat banjir? Kan gak ada pilihan,”¬† ujarnya.

Selain itu, imbuh Ahok, harga tanah di Jakarta yang relatif mahal. Dikatakannya, Hal tersebut membuat pemerintah berpikir keras untuk menentukan solusi.

“Trus ini jakarta harga tanah berapa, 10 juta permeter seluruh dunia yang namanya orang¬† menengah ke bawah pasti tinggal ke vertikal karena tanahnya dibagi bersama,” ucapnya.

Kendati demikian, Ahok mengaku optimis solusi Pemprov DKI nantinya akan disetujui oleh warga. Ia mengaku akan melibatkan para ahli dari UI dalam merumuskan relokasi yang sesuai dengan keinginan semua pihak.

“Kalau soal belum terbiasa harus dibiasakan. Kita sudah bekerja sama dari UI. Di Marunda kita pelatihan. Coba liat ke Marunda sekarang sudah berubah. Apakah dulu orang orang yang menolak sekarang menyesal di Marunda?. Justru mereka bersyukur. Dan kawan-kawan pers juga perlu datang ke orang-orang yang tinggal di rumah susun. Tanya sama mereka sekarang. Kita harus bisa melakukan perubahan yang lebih baik,” pungkasnya.(GWH)